Kanada: Kotak hitam pesawat jatuh di Iran harus dikirim ke Prancis

id Kotak Hitam,PM Justin Trudeau,Prancis,pesawat jatuh

Sebuah peti yang konon berisi dua kotak hitam yang didapatkan dari pesawat Ukraina yang jatuh, Boeing 737-800, terlihat di Teheran, Iran, Jumat (10/1/2020). ANTARA FOTO/IRIB VIA WANA/Handout via REUTERS/nz/cfo (via REUTERS/IRIB VIA WANA)

Ottawa (ANTARA) - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Jumat, mendesak Iran agar mengirim rekaman data kokpit dan penerbangan dari pesawat yang jatuh di negaranya ke Prancis untuk dianalisis.

Ia juga mengatakan jasad korban sebelumnya harus segera dipulangkan ke Kanada.

Trudeau menyebutkan saat konferensi pers di Ottawa bahwa Prancis merupakan satu dari segelintir negara yang mampu membaca apa yang disebut kotak hitam pesawat, yang katanya begitu parah.

Iran mengaku pihaknya tak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina pekan lalu. Sebanyak 176 orang di dalamnya tewas akibat kecelakaan nahas tersebut, di mana 57 di antaranya berasal dari Kanada.

"Iran tidak memiliki keahlian teknis dan sebagian besar peralatan yang dibutuhkan untuk dapat menganalisis segera kotak hitam yang hancur ini," kata Trudeau.

"Terdapat konsesus awal bahwa .... (Prancis) akan menjadi tempat yang tepat untuk menerima kotak hitam tersebut guna mendapatkan informasi yang lebih akurat dengan cara yang cepat dan itulah yang sedang kami upayakan kepada otoritas Iran agar menyetujuinya."

Trudeau menyebutkan sekitar 20 keluarga dari korban asal Kanada meminta pemulangan jasad kerabat mereka dan mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya berharap jasad sebelumnya dipulangkan "dalam beberapa hari ke depan." Hanya itu yang disampaikan olehnya.

Sumber: Reuters

Baca juga: PM Kanada: Korban pesawat masih hidup kalau kawasan tidak tegang
Baca juga: Pesawat Ukraina ditembak Iran, lima negara akan bahas tindakan hukum
Baca juga: Presiden Iran sebut penembakan jet Ukraina "tak termaafkan"

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar