ASEAN diharapkan berfokus di tengah sentimen global China-AS

id ASEAN,AS China,perang dagang,sentimen global,jusuf wanandi,marty natalegawa

Peneliti senior CSIS, Jusuf Wanandi (kiri), dan Menteri Luar Negeri RI periode 2009-2014, Marty Natalegawa (tengah) dalam seminar bertajuk "Indonesia dalam ASEAN" yang digelar di Jakarta, Rabu (20/11/2019). (ANTARA/Suwanti)

Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Bangsa di Asia Tenggara (ASEAN) diharapkan menjadi lembaga yang berfokus untuk mengatasi situasi tidak stabil di kawasan yang diakibatkan oleh sentimen China dan Amerika Serikat (AS), menurut peneliti senior Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jusuf Wanandi.

Dalam seminar bertajuk "Indonesia dalam ASEAN" yang digelar di Jakarta, Rabu, Jusuf mengkritisi ASEAN yang selama ini membahas terlalu banyak isu dalam berbagai bidang, sehingga terkesan tidak bisa menentukan sikap yang tegas terhadap isu-isu penting dan utama, seperti gejolak hubungan dua kekuatan besar dunia.

Baca juga: Marty Natalegawa sebut ASEAN mesti aktif dorong India masuk RCEP

"ASEAN semestinya dapat memilih isu prioritas dan berkonsentrasi dengan isu tersebut, misalnya saja bagaimana menjalankan kawasan dalam perkembangan baru dan koeksistensi pada tatanan global," ujar Jusuf dalam peparannya.

Selain itu, para pemimpin yang berpikiran kritis juga menjadi poin penting lain bagi ASEAN untuk bisa memutuskan bagaimana sikap kolektif yang diambil di tengah situasi ketegangan China-AS, yang perlu disertai dengan adanya kepercayaan di antara para pemimpin negara anggota, maupun antara mereka dengan pemimpin ASEAN.

Baca juga: Menhan Prabowo tegaskan ASEAN jadi penyeimbang di kawasan Indo-Pasifik

Jusuf menyebut bahwa sebetulnya ketegangan China dan AS merupakan dinamika yang alamiah dalam hubungan antarnegara, namun menjadi begitu istimewa bagi ASEAN karena ada kemungkinan supremasi salah satu pihak di kawasan jika negara-negara anggota tidak melakukan tindakan bersama.

Terlebih, ketegangan tersebut dianggap bukan sekadar urusan perselisihan perdagangan secara ekonomi saja namun menyangkut hal-hal politis, sehingga Jusuf menyebut, "Ke depannya, ASEAN akan menjadi semakin sulit tetapi juga semakin penting."

Baca juga: Tiga akademisi Indonesia berbicara di Simposium ASEAN

Terkait dengan isu ini, Menteri Luar Negeri RI periode 2009-2014, Marty Natalegawa menambahkan bahwa dinamika antarnegara yang berpengaruh terhadap ASEAN tidak hanya terjadi pada China dan AS, namun juga antara banyak negara sekitar yang lain, sebut saja China-India atau Korea Selatan-Jepang.

Dan dalam keadaan tersebut, tutur Marty, Indonesia secara khusus perlu dan bisa memberikan peran yang signifikan bagi ASEAN, mengingat banyak rekam jejak keterlibatan Indonesia dalam berbagai momentum kunci wadah kawasan ini.

Pewarta : Suwanti
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar