Turki: Milisi YPG tewaskan tiga warga sipil meski ada kesepakatan

id Turki,Milisi YPG,Gencatan senjata

Pejuang Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) berjaga di sebelah truk pikap dilengkapi senjata anti pesawat tempur di depan sebuah gereja di desa Suriah Tel Jumaa, utara kota Tel Tamr, Rabu (25/2). Milisi Kurdi melakukan tekanan serangan kepada Negara Islam di timur laut Suriah pada hari Rabu, memotong salah satu jalur persediaan dari Irak, saat ketakutan melanda puluhan umat Kristen yang diculik oleh kelompok garis keras tersebut. Kristen Suriah diculik dari desa mereka dekat kota Tel Tamr, sekira 20 km barat daya kota Hasaka. Tidak ada kejelasan nasib mereka. Disebutkan adanya laporan bertentangan mengenai lokasi penculikan. (REUTERS/Rodi Said ) (.) (./)

Ankara (ANTARA) - Kementerian Pertahanan Turki, Selasa, mengatakan milisi YPG Kurdi menewaskan tiga orang dan melukai delapan orang lainnya dalam serangan rudal di sebuah sekolah di kawasan Tel Abyad, Suriah utara, tempat mereka harusnya mundur berdasarkan kesepakatan gencatan senjata.

Laporan itu muncul sehari setelah Turki mengancam operasi militer baru di Suriah utara jika area tersebut belum sepenuhnya ditinggalkan milisi.

Serangan Turki Oktober lalu terhadap YPG Suriah, yang dijuluki Operasi Perdamaian Musim Semi, menuai kecaman internasional. Ankara menuding YPG, yang mempelopori perang pimpinan AS melawan ISIS, terkait dengan separatis PKK Kurdi di Turki.

"PKK/YPG yang terus melakukan intimidasi dan serangan, serta melancarkan pengeboman di area Operasi Perdamaian Musim Semi, kini menargetkan sekolah di desa Curn, Tel Abyad," kata Kementerian Pertahanan Turki melalui pernyataan.

Tel Abyad merupakan satu dari dua kota perbatasan utama yang menyaksikan pertempuran sengit ketika Ankara meluncurkan serangan pada 9 Oktober.

"Tiga warga sipil tak bersalah tewas dan delapan lainnya, termasuk anak-anak, mengalami luka," bunyi pernyataan tersebut.

Turki menghentikan serangannya setelah mencapai kesepakatan dengan Rusia dan AS. Saat Moskow mengatakan YPG telah mundur setidaknya 30 km dari perbatasan, Ankara merasa ragu-ragu dan mungkin melancarkan serangan baru jika anggota, yang dianggapnya kelompok teroris masih berada di lokasi itu.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, yang dikutip pada Senin, menyatakan negaranya akan meluncurkan operasi militer baru jika area tersebut tidak 'steril' dari milisi YPG. Rusia berpendapat langkah seperti itu akan merusak upaya menstabilkan kawasan tersebut.

Sumber: Reuters

Baca juga: Suriah: Pendukung YPG/PKK serang kendaraan militer Rusia
Baca juga: Pasukan keamanan lancarkan Operasi Kiran-6 di Turki Timur

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar