Walikota nyatakan status bencana akibat gelombang besar hantam Venice

id Gelombang besar,Venice banjir

Seorang ibu menggendong anaknya saat berjalan melintasi banjir luapan air laut di lapangan Santo Marko di Venice, Italia, Selasa (12/11/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Manuel Silvestri/wsj.

Venice (ANTARA) - Gelombang pasang tertinggi kedua yang tercatat di kota laguna Venice pada Selasa membanjiri basilika bersejarah dan merendam alun-alun serta sejumlah gang.

Walikota Luigi Brugnaro menuturkan akan menyatakan status bencana dan memperingatkan kerusakan parah.

Sejumlah pejabat daerah mengatakan gelombang mencapai puncaknya 187 cm pada pukul 22.50  Selasa malam waktu setempat, menyusul rekor 194 cm pada 1966.

"Situasinya dramatis," cuit Brugnaro di Twitter. "Kami meminta pemerintah untuk membantu kami. Biayanya akan bertambah. Ini merupakan dampak dari perubahan iklim."

Alun-alun Santo Markus terendam banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter, sementara Basilika Santo Markus yang berada di dekatnya mengalami banjir untuk ke enam kalinya dalam 1.200 tahun.

Baca juga: Seniman Indonesia tampilkan karya di Venice

Empat dari genangan itu kini terjadi dalam 20 tahun belakangan, yang terbaru pada Oktober 2018. Tidak ada pernyataan tentang kerusakan di dalam Gereja tersebut. Pada 2018 pengurus mengatakan basilika sudah berusia 20 tahun dalam sehari saja.

Video di media sosial menunjukkan arus air mengalir seperti sungai di salah satu jalan utama Venice, sementara tayangan lainnya memperlihatkan gelombang besar menghantam kapal yang ditambatkan di sebelah Doge's Palace.

"Gelombang setinggi 187 cm hanya meninggalkan bekas luka," kata Brugnaro.

Baca juga: Angelina Jolie puji film asal Afghanistan di Venice Film Festival

Sumber: Reuters

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar