Dubes sebut Kapal Pemuda Asia Tenggara perluas jaringan pertemanan

id Kapal Pemuda,Kapal Pemuda Asia Tenggara,Dubes Jepang,Masafumi Ishii

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii (kanan), menerima plakat dari Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda Kemenpora RI, I Gusti Putu Raka Pariana (tengah) dalam acara pelepasan peserta SSEAYP di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Kamis (17/10/2019). ANTARA/Suwanti.

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ishii Masafumi, menyatakan bahwa program Kapal Pemuda Asia Tenggara yang diselenggarakan Pemerintah Jepang memberikan kesempatan untuk memperluas jaringan pertemanan di antara para pemuda.

Ditemui di sela acara pelepasan peserta Indonesia untuk program itu di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta pada Kamis, Masafumi menyebut bahwa memperluas jejaring sejak muda sangat penting dan berguna bagi masa depan.

“Ini kesempatan bagi milenial untuk bercampur baur dengan teman dari negara Asia Tenggara dan Jepang, serta berteman dan berjejaring karena dalam 20 tahun ke depan mereka akan menjadi pemimpin negara masing-masing,” kata Masafumi di Jakarta, Kamis.

Menurut ia, berjejaring merupakan dasar untuk menjalankan proyek apapun di masa mendatang, seperti berbisnis atau membuat program di bidang pendidikan, sesuai dengan minat para peserta tersebut.

“Saya bisa melihat dari mata mereka bahwa mereka mempunyai ambisi yang tinggi,” ujar Masafumi.

Program Kapal untuk Pemuda Asia Tenggara (Ship for Southeast Asia Youth /SSEAYP) tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-46, sejak dimulai pada tahun 1974, dengan jumlah peserta 330 orang dari sepuluh negara Asia Tenggara dan Jepang.

Baca juga: Kapal Pemuda Asia Tenggara, Indonesia kirim 28 anak muda ke Jepang

Untuk Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, pemerintah Jepang memberikan kuota peserta sebanyak 28 pemuda berusia 20-30 tahun serta satu orang pemimpin kontingen nasional yang merupakan alumni SSEAYP.

Sebagaimana namanya, dalam program SSEAYP para peserta akan berlayar mengelilingi Asia Tenggara dari Jepang dengan kapal “Nippon Maru”, dan akan singgah di empat negara yaitu Vietnam, Myanmar, Singapura, dan Malaysia.

Kegiatan pelayaran dari Jepang dimulai pada 24 Oktober dan direncanakan akan berlangsung selama 50 hari, sehingga kapal dijadwalkan kembali ke Jepang pada 13 Desember mendatang.

“Selain menghabiskan waktu bersama di kapal, ketika singgah saya yakin mereka mempunyai kesempatan untuk mengelilingi kota dan bertemu para pejabat sehingga kegiatannya bukan hanya kegembiraan namun juga pembelajaran,” kata Masafumi.


Pewarta : Suwanti
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar