Pelantikan Presiden Jokowi dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Korsel

id pelantikan presiden,presiden Jokowi,Jokowi,Moon Jae-in,Presiden Korea Selatan,Korea Selatan

Presiden RI Joko Widodo bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019). ANTARA/HO-Biro Pers Istana/aa

Jakarta (ANTARA) - Upacara pelantikan Presiden RI Joko Widodo pada 20 Oktober 2019 mendatang akan dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan Noh Young-min yang diutus oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

"Pengiriman Kepala Staf Kepresidenan Noh Young-min sebagai utusan khusus Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk menghadiri upacara pelantikan mencerminkan persahabatan yang hangat dan erat antara kedua pemimpin negara," ujar Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom dalam pesan yang diterima Antara di Jakarta, Senin.

Pengiriman tersebut juga mencerminkan kemitraan strategis khusus antara Indonesia dan Korea Selatan.

Baca juga: Trump kirim Menteri Transportasi AS hadiri pelantikan Presiden Jokowi

"Hal tersebut melambangkan ikatan serta kerja sama yang tumbuh antara kedua pemimpin," ujar Dubes Kim Chang-beom.

Seperti dikutip dari Kantor Berita Yonhap, Noh Young-min akan menyampaikan surat pribadi Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in kepada Presiden Joko Widodo secara langsung.

Surat itu berisi ajakan untuk mengembangkan hubungan kemitraan yang strategis di masa depan.

Surat itu juga berisi harapan Presiden Moon Jae-in untuk bertemu dengan Presiden Jokowi di sela-sela KTT antara Korea Selatan dan ASEAN yang digelar di Busan, Korea Selatan pada November mendatang.

Kedua pemimpin telah mengadakan pertemuan di masing-masing negara dan bertemu untuk ketiga kalinya saat pertemuan Kelompok negara-negara Grup 20 atau G20 di Osaka pada Juni.

Baca juga: Presiden Moon Jae-in sampaikan selamat kepada Jokowi melalui telepon

Pemerintahan Korsel di bawah kepemimpinan Moon Jae-in telah mendorong Kebijakan Baru ke Arah Selatan guna memperdalam hubungan ekonomi dan diplomatik dengan negara-negara Asia Tenggara dan India.
 

Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar