Pejabat tinggi ASEAN dukung narasi identitas yang diusulkan Indonesia

id ASEAN,identitas ASEAN,SOMCA,SOMCA Yogyakarta,Hilmar Farid,narasi identitas ASEAN

Para delegasi negara anggota mengikuti Pertemuan ke-15 Pejabat Tinggi ASEAN untuk Urusan Kebudayaan dan Kesenian (SOMCA) yang diselenggarakan di Yogyakarta, 9-12 September 2019. (Kemendikbud RI)

Yogyakarta (ANTARA) -

Para peserta Pertemuan ke-15 Pejabat Tinggi ASEAN untuk Urusan Kebudayaan dan Kesenian (the 15th ASEAN Senior Officials Meeting for Culture and Arts/SOMCA and Related Meetings) mendukung narasi mengenai identitas ASEAN yang diusulkan oleh Indonesia.

Narasi tentang identitas ASEAN diusulkan oleh Indonesia yang mengetuai SOMCA ke-15, sebagai upaya untuk mendorong rasa kebersamaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat di kawasan mengenai ASEAN.

Menurut Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Hilmar Farid, narasi yang masih pada tahap briefing paper ini telah dibahas dan diterima oleh semua pejabat tinggi yang mengikuti ASEAN SOMCA ke-15, untuk selanjutnya disampaikan ke tingkat menteri.

Baca juga: Malaysia dukung narasi identitas ASEAN yang diusulkan Indonesia

Usulan narasi identitas ASEAN yang merupakan hasil konsultasi dengan beberapa ahli dari Indonesia, Filipina, dan Malaysia ini juga ditargetkan bisa diadopsi oleh semua negara anggota dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2020.

“Dalam KTT ASEAN akan diambil keputusan usulan ini dilanjutkan atau tidak. Tetapi paling tidak di tingkat pejabat tinggi bidang kebudayaan yang sangat relevan untuk membahas, identitas ASEAN sudah diterima dan diadopsi. Sekarang tinggal proses formalnya,” kata Hilmar ditemui di sela-sela ASEAN SOMCA ke-15 di Yogyakarta, Rabu.

Narasi mengenai identitas ASEAN, ujar Hilmar, tidak bersifat eksklusif atau merujuk pada satu definisi tertentu melainkan bersifat lebih inklusif dengan menyoroti pada banyak kesamaan dan karakteristik budaya yang dimiliki masyarakatnya.

“Komitmennya terhadap dasar yang mempersatukan kita, bukan hanya aspek sejarah dan karakteristik kebudayaan tetapi juga komitmen pada perdamaian dan penegakan HAM, misalnya. Itulah identitas ASEAN,” tutur dia.

Ide untuk mengangkat narasi identitas dalam ASEAN SOMCA ke-15 didasarkan pada interaksi antarmasyarakat di kawasan yang semakin meningkat sejak berdirinya ASEAN, 52 tahun lalu.

Selain itu, narasi ini dimajukan oleh Indonesia untuk mendobrak budaya kerja ASEAN yang selama ini berbasis kontraktual menjadi lebih substansial.

Baca juga: Thailand sebut identitas ASEAN harus menyoroti keberagaman

“Jadi hubungan antarmasyarakat memang sudah cukup banyak terjadi misalnya dengan banyaknya warga Indonesia di Malaysia, Filipina, Thailand. Sepertinya kita sudah memiliki cukup bekal untuk membawa pembicaraan ini lebih maju sedikit,” tutur Hilmar.

Meskipun demikian, Hilmar mengatakan bahwa pembahasan mengenai narasi identitas ASEAN masih akan berjalan panjang.

Baca juga: Indonesia usulkan "identitas ASEAN" dalam pertemuan bidang kebudayaan

Jika narasi mengenai identitas ASEAN disepakati oleh seluruh negara anggota, maka akan membantu proses memasyarakatkan ASEAN, yang selama ini hanya dipahami oleh kalangan terbatas seperti pemerintah, mahasiswa, media, akademisi, dan universitas.

Pertemuan ASEAN SOMCA tahun ini diikuti delegasi dari 10 negara ASEAN yakni Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam; serta tiga negara mitra yaitu Jepang, Korea Selatan, dan China.


Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar