Presiden RI: Indonesia-Afrika kekuatan besar jika bersatu

id Dialog Infrastruktur Indonesia-Afrika,IAID,Presiden Jokowi,Jokowi,Afrika

Presiden Joko Widodo berpidato saat menghadiri Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue 2019 di Bali, Selasa (20/8/2019). Forum internasional yang memetakan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Afrika itu mengangkat tema "connecting for prosperity". ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.

Nusa Dua, Bali (ANTARA) -

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa Indonesia dan Afrika dapat menjadi kekuatan besar jika bersatu, melalui kerja sama yang konkret demi mendukung kesejahteraan rakyat.

“Indonesia siap dan senang bekerja sama dengan saudara-saudara kami di Afrika. Indonesia is your true partner, your trusted friend,” kata Jokowi saat membuka Dialog Infrastruktur Indonesia-Afrika (IAID) di Nusa Dua, Bali, Selasa sore.

Dalam pidato pembukaannya, ia menegaskan bahwa rakyat Indonesia dan Afrika adalah saudara.

Persaudaraan itu, ia menuturkan, terjalin melalui perjuangan bersama melawan kolonialisme, yang kemudian dideklarasikan kepada dunia melalui Konferensi Asia-Afrika (KAA), yang digagas Presiden pertama RI Soekarno 64 tahun yang lalu.

Namun, seiring perjalanan waktu, hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Afrika menjadi berjarak.

Karena itu, di bawah pemerintahan Presiden Jokowi, Indonesia kembali mengarahkan mata diplomasinya ke Afrika dan meningkatkan kehadiran di benua tersebut melalui berbagai kerja sama konkret, terutama di bidang ekonomi.

Baca juga: Indonesia ingin bangun ikatan kuat dengan Afrika

Penyelenggaraan IAID 2019, yang merupakan kelanjutan dari Forum Indonesia-Afrika (IAF) 2018, dianggap sebagai bukti nyata bahwa persaudaraan Indonesia dan Afrika terus terajut, bahkan semakin kuat.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengajak negara-negara Afrika untuk bersama-sama menghadapi berbagai tantangan dunia yang semakin berat, di antaranya gejolak ekonomi global yang tidak menentu, krisis ekonomi yang melanda beberapa negara, serta perang dagang yang terus memanas dan menimbulkan ketidakpastian.

 

Presiden Joko Widodo (tengah) yang didampingi sejumlah menteri kabinet kerja berfoto bersama perwakilan delegasi negara-negara Afrika saat menghadiri Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue 2019 di Bali, Selasa (20/8/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pd 

Ia melihat berbagai tantangan itu mengakibatkan konflik, kesenjangan pembangunan antarnegara, dan proses pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melambat.

“Kondisi ini tidak boleh terus berlanjut apalagi menjadi suatu keadaan normal yang baru. Indonesia dan Afrika harus sepakat memperkuat solidaritas untuk ikut memperbaiki keadaan kawasan dan dunia,” kata Jokowi, mengingatkan. 

Karena itu, menurut Presiden, Indonesia dan Afrika perlu bekerja keras untuk mengubah ketidakpastian menjadi kepastian, mengatasi perang dagang, mengedepankan keterbukaan dan integrasi ekonomi serta melawan nasionalisme sempit dengan solidaritas global dan multilateralisme.

Presiden Jokowi juga mendorong kemitraan setara yang saling menguntungkan dikembangkan, salah satunya melalui Kerja Sama Selatan-Selatan.

“Hanya ada satu kunci agar kita mampu bertahan menghadapi gejolak arus global, yaitu persatuan,” katanya.

Baca juga: Presiden RI: Indonesia siap bangun infrastruktur Afrika

Baca juga: Luhut: kerja sama ekonomi Indonesia-Afrika harus saling menguntungkan

 

Indonesia Jadi Rujukan Harmonisnya Keberagaman

 


Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar