Waspadai Bahaya Makanan Beli di Luar Rumah

id bahaya makanan, makanan luar

Petugas menemukan makanan curah yang tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa saat sidak makanan di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (30/5/2017). Sidak makana oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Perindus

Jakarta, ANTARA JATENG - Dokter ahli gizi dr. Monica Joice Viona Prasvita, M.Gizi, SpGK, mengatakan bahwa makanan jadi yang dibeli di luar rumah berisiko tinggi terkontaminasi bakteri, bahkan mengancam kesehatan tubuh.

Dokter Monica membedakan makanan jadi dalam dua macam yaitu makanan yang telah tersedia di display dan makanan jadi yang dimasak langsung.

"Kalau makanan jadi di display, dia rentan terkontaminasi, karena makanan yang dibiarkan di luar kulkas lebih dari dua jam dengan suhu antara 30 sampai sekitar 60 derajat itu bakteri bisa tumbuh," ujar dia kepada ANTARA News, di Jakarta, Rabu.

"Semakin lama dia di luar, makin cepat bakteri tumbuh," sambung dia.

Sedangkan makanan jadi yang dimasak langsung, menurut dokter Monica, lebih rendah terkontaminasi karena dia di suhu panas. Namun, ada bahaya lain yang mengancam.

"Tetapi kemudian menjadi bahaya lagi adalah si bahan pembungkusnya. Kalau tidak pakai styrofoam, pakai plastik," kata dr. Monica.

"Panas masuk plastik, plastiknya bahaya sehingga kalau misalnya dibawa harus memperhitungkan waktu tempuh buat dibawa di rumah, begitu sampai rumah pun harus segera dipindahkan karena sebenarnya plastik itu bukan wadah makanan," lanjut dia.

Tidak hanya itu, cara memasak juga dapat membahayakan tubuh. Oleh karena itu, dia menyarankan untuk memasak sendiri makanan yang akan dikonsumsi.

"Cara memasaknya, biasanya banyak minyak jadi kalori tinggi. Volumenya sama, kalori tinggi, tapi kalau masak sendiri kita bisa kira-kira minyaknya," ujar dr. Monica.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar