Warga Tiga Kabupaten Minati Khitan Gratis

id khitan gratis kudus

Warga Tiga Kabupaten Minati Khitan Gratis

Sejumlah tim medis tengah melakukan khitan terhadap sejumlah peserta khitanan di gedung menara milik Yayasan Makan, Menara dan Masjid Sunan Kudus (YM3SK), Jawa Tengah, Sabtu (9/12). Peserta khitanan berasal dari sejumlah kabupaten di Jateng. (Foto: Antarajateng.com/ Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus, ANTARA JATENG - Ratusan anak usia sekolah dari tiga kabupaten di Jawa Tengah meminati khitanan massal gratis yang diselenggarakan oleh kelompok pengajian "Pitulasan Al-Masjidil Aqsha" Menara Kudus, Jateng, Sabtu.

Ketua Panitia Khitanan Nailal Muna di Kudus, Sabtu, mengatakan peserta khitanan massal yang berjumlah 297 orang berasal dari Kabupaten Kudus, Demak, serta Jepara.

"Peserta khitanan masih didominasi dari Kabupaten Kudus, karena menjadi prioritas utama," ujarnya.

Ia mengatakan khitanan massal tersebut bisa diikuti dari berbagai kalangan masyarakat, baik dari keluarga mampu maupun tidak mampu.

Tim medis, kata dia, disediakan 37 dokter, termasuk tim anastesi, petugas perlengkapan, farmasi, dan umum.

Dokter yang dihadirkan, kata dia, merupakan dokter spesialis anak dan spesialis bedah.

"Tenaga medis tidak hanya dari Kudus," ujarnya.

Ia menjelaskan tujuan kegiatan yang selain untuk ibadah juga untuk kegiatan sosial agar bisa meringankan warga, terutama dari kalangan kurang mampu.

Mereka dari kalangan menengah atas, kata dia, yang ikut dalam kegiatan itu karena memang ingin mendapatkan berkah.

Dengan adanya kegiatan tersebut, gedung menara milik Yayasan Makam, Menara, dan Masjid Sunan Kudus (YM3SK) yang dijadikan tempat khitana diubah menjadi lebih menarik. Pada bagian atap bangunan dipasang balon berwarna-warni agar cocok dengan anak-anak.

Selama proses khitan, orang tua tidak diperkenankan mendampingi dan dipanggil untuk menjemput anaknya ketika sudah dilakukan khitan.

Meskipun sudah didesain dengan balon warna-warni, beberapa anak saat dikhitan ada yang menangis.

Anak yang ikut dalam kegiatan khitan massal tersebut juga mendapatkan pakaian lengkap, mulai dari sarung batik, baju koko, kopiah, hingga celana dalam.

Mashohibul Hidayat, salah satu orang tua peserta khitan, mengaku mendaftarkan anaknya untuk ikut khitan karena ingin mendapatkan berkah, mengingat kegiatan tersebut juga ada kegiatan khataman Al Quran serta dihadiri sejumlah kiai besar di Kudus.

"Ketika khitanan di rumah, tentu tidak mungkin menghadirkan sejumlah kiai besar," ujarnya.

Ahmad Nazamuddin, salah seorang peserta khitan, mengaku senang bisa ikut khitanan di Masjid Menara Kudus karena dihadiri sejumlah kiai di Kudus.

Selain itu, kata Ahmad yang masih duduk di bangku SD kelas VI itu, teman sekelasnya juga banyak yang ikut khitanan massal. 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar