Warga Gunung Sindoro Rintis Wisata Alam Sedadap

id warga gunung sindoro rintis wisata alam sedadap

Warga Gunung Sindoro Rintis Wisata Alam Sedadap

Pelajar beraktivitas di kawasan Sedadap, lereng Gunung Sindoro yang dirintis warga Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, sebagai objek wisata alam. (www.antarajateng.com/Heru Suyitno).

Temanggung, Antara Jateng - Warga lereng Gunung Sindoro di Desa Kwadungan Gunung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah merintis pengembangan objek wisata alam Sedadap di kawasan lahan Perhutani Kedu Utara.

Kepala Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, Slamet Gombong, di Temanggung, Jumat mengatakan lokasi di ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut ini cocok untuk kemah, offroad, dan melihat matahari terbit.

Berdasarkan pantauan, warga telah memperbaiki jalan setapak menuju lokasi dan membuat gazebo dari bambu sebagai tempat istirahat bagi pengunjung.

"Ini baru rintisan dari warga, kami masih perlu banyak pembenahan untuk menjadikan tempat ini sebagai tujuan wisata yang ideal," kata Slamet.

Objek wisata Sedadap berjarak sekitar empat kilometer dari jalan raya Temanggung-Wonosobo. Tempat ini menawarkan pemendangan yang menarik di lereng Gunung Sindoro yang dipenuhi tanaman tembakau.

Pengunjung bisa membawa kendaraan roda empat maupun roda dua naik menuju lokasi, namun sekitar 500 meter sebelum lokasi pengunjung harus berjalan kaki karena melewati jalan setapak.

Wakil Bupati Temanggung Irawan Prasetyadi mengatakan Pemkab Temanggung sangat mendukung pengembangan objek wisata Sedadap.

"Lokasi ini tidak kalah dengan Posong yang juga berada di Kecamatan Kledung, bahkan Sedadap lebih tinggi dari Posong," katanya.

Ia mengatakan tempat ini berpotensi untuk dikembangkan menjadi tempat wisata, namun masih banyak kekurangan dan perlu dilakukan pembenahan.

Pegawai Perhutani KPH Kedu Utara Suharsono mengatakan setiap lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) mengembangkan daerah pangkuannya sebagai usaha produktif.

"Temanggung ini paling cocok dikembangkan usaha untuk wisata alam, kalau produksi saya rasa kurang karena kebanyakan hutan lindung yang sangat sesuai untuk dijadikan hutan wisata," katanya.
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar