Wali Kota: Warga Belanja Secara Wajar

id WALI KOTA MINTA WARGA BELANJA SECARA WAJAR

Wali Kota: Warga Belanja Secara Wajar

Sejumlah warga memanfaatkan pasar murah di Alun-Alun Kota Magelang, Sabtu (17/6) untuk membeli barang kebutuhan merayakan Lebaran 2017. ( Foto: ANTARAJATENG.COM/Hari Atmoko)

`Ndak` usah memborong yang berlebih-lebihan, besok itu masih ada hari esok lagi. Seperti saya katakan, `tuku bawang kok 50 kilo, nggo opo`
Magelang, ANTARA JATENG - Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengimbau warganya berbelanja berbagai kebutuhan pokok menjelang Lebaran 2017 dalam jumlah yang wajar supaya persediaan barang dan harga di pasar tetap stabil.

"Kita yang penting ibadahnya, shalatnya, puasanya, amal-amalnya. Merayakan Idul Fitri `ok`, tetapi tidak berlebihan, yang penting kelangsungan hidup berikutnya," katanya usai membuka pasar murah menghadapi Idul Fitri 1438 Hijriah di Alun-Alun Kota Magelang, Sabtu.

Ia mengingatkan bahwa setelah berlebaran tahun ini, masyarakat akan menghadapi berbagai kebutuhan untuk anak-anak karena memasuki tahun ajaran baru di sekolah.

Masyarakat, ujarnya, tidak perlu memborong barang kebutuhan pokok untuk merayakan Lebaran.

"`Ndak` usah memborong yang berlebih-lebihan, besok itu masih ada hari esok lagi. Seperti saya katakan, `tuku bawang kok 50 kilo, nggo opo` (membeli bawang sampai 50 kilogram, untuk apa, red.)," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah sudah menghitung berbagai kebutuhan pokok masyarakat, termasuk menyangkut stok dan kelancaran distribusi barang sejak sebelum Bulan Puasa.

Selain itu, ujarnya, pemerintah juga sudah mengantisipasi agar tidak terjadi kenaikan harga berbagai kebutuhan secara signifikan di pasaran.

"Tetapi masyarakat juga tidak perlu emosional dengan membeli barang dalam jumlah tidak wajar," ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah juga sudah mengetahui dengan baik trik para pedagang dalam menjual dagangan dan mengeluarkan stok barangnya menjelang Lebaran.

"Kalau `diendhe-endhe` (ditunda-tunda pengeluaran barang, red.) dan menyimpan (barang, red.) nanti harga bisa tinggi. Kita deteksi pergerakan itu, distribusinya, kemudahan angkutan," ujarnya.

Pasar murah, ujarnya, selain untuk membantu warga miskin mendapatkan barang kebutuhan dengan harga lebih murah ketimbang di pasar umum, juga untuk menjaga stabilitas harga agar terjangkau daya beli masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Magelang Joko Budiyono mengatakan pasar murah selama 17-18 Juni 2017 itu diikuti 60 peserta.

Mereka, antara lain organisasi perangkat daerah Pemkot Magelang, Disperindag Provinsi Jateng, Bulog, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Magelang, pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro, gabungan koperasi, pengelola toko swayalan, dan pelaku usaha dagang.

Berbagai barang yang dijual dengan harga murah dalam kegiatan itu, antara lain paket sembako, pakaian, produk kuliner, dan produk industri kecil.

"Termasuk untuk mempromosikan produk UMKM di Kota Magelang," katanya.

Pewarta :
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar