UPPKB Batang Tilang 2.532 Angkutan Barang

id angkutan barang

UPPKB Batang Tilang 2.532 Angkutan Barang

Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Subah Kabupaten Batang berikan tilang pada sopir truk yang mengangkut barang melebihi batas tonase, Rabu (13/12). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Kutnadi)

Batang, ANTARA JATENG - Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Subah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, selama 14 November hingga 12 Desember 2017 memberikan surat bukti pelanggaran pada 2.532 angkutan barang.

Kepala UPPKB Subah, Arif Munandar di Batang, Rabu, mengatakan bahwa sebagian besar kendaraan yang diberikan tilang karena melanggar batas tonase, dimensi, dan kelaikan jalan, serta masa uji kendaraan yang habis masa berlakunya.

"Sebanyak 2.532 kendaraan yang diberikan tilang sudah kami laporkan ke pengadilan negeri," kata Arief saat kegiatan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.

Ia mengatakan kegiatan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan ini dilaksaakan mulai 10-20 Desember 2017 itu bertujuan menyadarkan sopir angkutan barang berlalu lintas dan efek jera pada mereka yang melanggar ketentuan.

Kendati demikian, kata dia, pemberian surat bukti pelanggaran belum sepenuhnya memberikan efek jera pada sopir truk sehingga mereka berusaha melakukan suap pada petugas.

"Namun, upaya suap oleh para sopir angkutan barang kami tolak sebagai upaya menciptakan situasi dan kondisi kondusif serta menerapkan standar operasional prosedur (SOP)," katanya.

Ia menilai pemberian surat bukti pelanggaran pada sopir angkutan barang belum efektif karena biaya sanksi yang masih rendah dibanding jumlah muatan barang yang melebihi batas tonase tersebut.

"Oleh karena, kami berharap Kemenhub merealisasikan pengajuan perluasan tempat parkir di Subah. Kami tidak mungkin menahan muatan barang yang diangkut truk karena lokasi tempat parkir belum memadai," katanya.

Ia menambahkan kegiatan "Inspeksi Keselamatan Lalu lintas dan Angkutan Jalan" untuk angkutan barang telah diatur pada Peraturan Direktorat Jendral Perhubungan Darat Nomor: SK. 5637/AJ.403/DRJD/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Insepksi.

Sopir truk, Solikhin (30) mengatakan dirinya hanya sebatas mengantarkan barang milik perusahaan dan tidak memperhatikan berapa berat barang yang diangkut truk.

"Barang yang kami angkut dengan menggunakan truk memang terkadang melebih batas tonase sehingga di jembatan timbang ditilang oleh petugas. Oleh karena, kami terkadang berusaha berusaha menyuap pada petugas meski ada yang mau dan ada yang tidak menerima uang itu," kata Solikhin warga Rembang itu.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar