Teater Lingkar Hibur Warga LP Bulu

id teater lingkar hibur warga lp bulu



Pentas teater mengangkat lakon berjudul "Tuk" itu menceritakan tentang potret kehidupan masyarakat kalangan bawah di sebuah tempat bernama Desa Magersaren yang harus dihadapkan pada masalah sosial-ekonomi.

Desa Magersaren yang dikisahkan memiliki "tuk" atau mata air itu keberadaannya terancam oleh kepentingan salah satu warga yang membujuk seluruh penduduk desa untuk menjual tanahnya kepada pengusaha.

Namun, ada seorang tokoh bernama Mbah Kawit yang berjuang mati-matian membela dan enggan menjual tanahnya sepetak pun karena tidak rela jika tanah-tanah Desa Magersaren sampai jatuh ke tangan orang lain.

Meski hampir seluruh warga Magersaren sudah menjual tanahnya, Mbah Kawit bersikukuh mempertahankan tanah warisan satu-satunya itu dan tak sekalipun tergoda oleh iming-iming uang yang ditawarkan.

Ketua Teater Lingkar Semarang Suhartono yang akrab disapa Mas Ton mengungkapkan seperti halnya cerita yang diangkat kali itu, kebanyakan kawan-kawan yang masuk ke LP tersebut karena terjebak pada masalah ekonomi.

"Kondisi ekonomi yang menghimpit akhirnya memaksa mereka melakukan segala cara, termasuk kekerasan yang berujung pada tindak kriminalitas yang membuat mereka harus merasakan hidup di sini (LP, red.)," katanya.

Pementasan teater di LP itu baru pertama kalinya digelar Teater Lingkar, bertepatan dengan kunjungan ibu-ibu PKK RW 4 Kedungmundu, Semarang, yang salah satu pengurusnya kebetulan adalah istri Mas Ton.

Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar