Solo Miliki "Shelter" Penanganan ADHA

id Shelter penanganan adha

Solo Miliki

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menyerahkan kunci Shelter Penanganan Anak Dengan HIV/AIDS kepada Ketua Yayasan Lentera, Yunus Prasetyo, disaksikan Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RDTS dan KPO, Kemensos, Sonny W. Manula (nomor tiga dari kanan) dan Presiden Direktur Lottemart, Yosep V. Buntaran, di Solo, Rabu. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Bambang Dwi Marwoto)

Solo, ANTARA JATENG - Pemerintah Kota Surakarta memiliki "shelter" untuk penanganan Anak Dengan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) atau ADHA di kompleks Taman Makam Pahlawan Kusuma Bakti Solo.

Peresmian "shelter" penanganan ADHA tersebut dilakukan oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RDTS dan KPO) Kementerian Sosial Sonny W. Manula mewakili Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Solo, Rabu, dengan didampingi Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, Presiden Direktur Lottemart Yosep V. Buntaran, dan Ketua Yayasan Lentera Yunus Prasetyo.

Ketua Yayasan Lentera Solo Yunus Prasetyo mengatakan pembangunan "shelter" penanganan ADHA di Solo, kerja sama Kementerian Sosial RI, Lottemart, dan Pemkot Surakarta.

Rumah "shelter" ADHA tersebut mempunyai kapasitas 20 anak dengan dua kamar tidur bagi anak laki-laki dan perempuan, ruang makan, ruang bersantai, ruang tamu, dan ruang perawatan dengan sejumlah peralatan medis.

Ia menjelaskan pembangunan rumah "shelter" ADHA tersebut berkat kepedulian pihak swasta bersama pemerintah terkait masalah sosial.

"Hal ini sangat luar biasa sehingga anak-anak ADHA jumlahnya 12 akan menempati dengan nyaman dan aman," ujarnya.

Sebanyak 12 ADHA itu yatim piatu, tidak hanya berasal dari Solo, Jawa Tengah, akan tetapi ada yang dari Jawa Timur.

Mereka dengan rentang usia 1,5 bulan hingga 12 tahun dalam kondisi sehat. Mereka juga tetap akan mendapatkan hak-hak sebagai anak seperti pendidikan sebagaimana anak-anak pada umumnya.

Presiden Direktur Lottemart Yosep V. Buntaran mengatakan Lottemart sebagai perusahaan swasta ingin tetap memberi bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Anak-anak tersebut, ujarnya, membutuhkan tempat untuk berlindung, pertumbuhan, dan sosialisasi.

Oleh karena itu, katanya, Lottemart mendukung pemerintah dengan mencoba merealisasikan pembangunan "shelter" penanganan ADHA di Solo.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan rumah "shelter" penanganan ADHA itu sebagai yang pertama di Indonesia.

Ia berharap tempat tersebut dapat membuat anak-anak bisa hidup dengan nyaman dan aman, tidak merasa diasingkan, dan bisa bermain seperti halnya anak-anak biasa lainnya.

"Kami berharap dengan rumah `shelter` ADHA penanganan anak HIV/AIDS di Solo dapat berjalan baik dan mereka kesehatan bisa terjaga," kata Rudyatmo yang juga sebagai Ketua Komisi Perlindungan AIDS (KPA) Kota Surakarta itu.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar