Solo Diharapkan Jadi Rumah Disabilitas

id Solo, Diharapkan, Rumah Disabilitas

Solo Diharapkan Jadi Rumah Disabilitas

Solo, ANTARA JATENG - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berharap Kota Solo bisa menjadi rumah bagi penyandang disabilitas, mulai dari sisi kehidupan sehari-hari hingga pendidikan.

"Yang diharapkan oleh Kemenristekdikti adalah Solo bisa berkembang menjadi kota yang ramah bagi semua jenis anak disabilitas," kata Staf Ahli Bidang Akademik Kemenristekdikti RI Paulina Pannen usai membuka seminar memeringati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia ke-69 di Auditorium Universitas Sebelas Maret Solo, Kamis.

Mengenai pendidikan, dikatakannya, di Kota Solo ada Universitas Sebelas Maret yang sejauh ini memiliki kepedulian cukup besar dalam memberikan sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas.

"Sejauh ini memang belum ada perguruan tinggi yang terstandar untuk penyandang disabilitas. Meski demikian, usaha sudah dimulai, misalnya jalan mendaki tanpa tangga. Itu sudah ada tetapi belum banyak," katanya.

Terkait hal itu, dikatakannya, butuh biaya khusus bagi perguruan tinggi menyiapkan sarana dan prasarana tersebut sehingga butuh waktu yang tidak sebentar.

"Kendalanya adalah kampus belum memfasilitasi karena perencanaan harus detail, pendanaan juga. Selain itu, partisipasi dari masyarakat belum ada. Yang punya anak disabilitas cenderung disembunyikan," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo menyatakan kesiapannya menjadikan Kota Solo sebagai rumah bagi penyandang disabilitas.

"Bagaimanapun juga sebagai Warga Negara Indonesia mereka punya hak yang sama untuk hidup. Melalui seminar ini diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk peningkatan kesadaran bahwa penyandang disabilitas punya hak yang sama untuk masuk ke perguruan tinggi," katanya.

Pihaknya juga mengimbau agar seluruh perguruan tinggi yang ada di Kota Solo bisa memberikan fasilitas yang layak bagi penyandang disabilitas seperti halnya yang sudah dilakukan oleh Universitas Sebelas Maret.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar