Sepekan, Enam Tersangka Narkoba di Solo Dibekuk Polisi

id tersangka narkoba, polresta surakarta

Sepekan, Enam Tersangka Narkoba di Solo Dibekuk Polisi

Wakil Kepala Polres Kota Surakarta, AKBP Andy Rifai menunjukan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu di Mapolres Kota Surakarta, Kamis (12/10). (Foto:ANTARAJATENG.COM/Bambang Dwi Marwoto)

Solo, ANTARA JATENG - Kepolisian Resor Kota Surakarta menangkap enam tersangka narkoba dan salah satunya seorang residivis pengedar narkoba jenis sabu-sabu di sejumlah tempat di Solo, selama sepekan.

Enam tersangka tersebut ditangkap oleh petugas bersama barang buktinya total 5,64 gram sabu-sabu dan 24,81 gram ganja kering, kata Wakil Kepala Polres Kota Surakarta AKBP Andy Rifai didampingi Kasat Narkoba Kompol Edy Sulistyanto di Mapolres Surakarta, Kamis.

Menurut Andy Rifai, enam tersangka tersebut yakni seorang residivis yang juga pengedar Irawan Kusuma (44) warga Jalan Ahmad Yani No.292 Pabelan Kartasura Sukoharjo, sedangkan lainnya pengedar yakni Bambang Winarno (40) warga Mojosongo Solo, Ary Wibowo (39) warga Sudiroprajan Jebres Solo, Ngatino (33) warga Kebakkramat Karanganyar, Suparno (44) warga Sudiroprajan Jebres Solo, dan Suratman (38) warga Balepanjang Baturetno Wonogiri.

Menurut dia, dari enam tersangka tersebut yang ditangkap terakhir Irawan Kusomo di depan Bank BCA Jalan Brigjend Slamet Riyadi N0.373 Kampung Purwosari Sondakan Laweyan Solo, pada Rabu (11/10), sekitar pukul 15.30 WIB.

"Kami langsung membawa tersangka ke Mapolres untuk pemeriksaan bersama barang buktinya," katanya.

Polisi sudah mencurigai gerak gerik terangka Irawan saat di lokasi kejadian, dan pelaku saat didekati oleh petugas, terlihat gelisah. Petugas kemudian melakukan penggeledahan ditemukan empat paket sabu-sabu seberat 3,66 gram dari sakunya, dan satu butir pil Inex.

"Kami dari tangan tersangka Irawan ini, menemukan sabu-sabu seberat 3,66 gram, satu butir Inex, sebuah timbangan digital, handphone merk Samsung wara hitam sepeda motor Yamaha N-Max nopol AD 6062 NA, dan uang tunai Rp200.000," kata Andy.

Andy mengatakan dari hasil pemeriksaan tersangka Irawan mengaku pernah menjalani hukuman penjara selama dua tahun dengan kasus yang sama di Solo.

Atas perbuatan para tersangka tersebut dapat dijerat dengan pasal primer 114 ayat (1) lebih subsider Pasal 112 ayar (1) Undang Undang RI No.35/2009, tentang Narkotika. Ancamana hukuman pidana paling singkat empat tahun penjara dan maksimal 12 penjara dan denda Rp40 juta hingga Rp8 miliar.

""Kami tidak henti-hentinya terus memerangi peredaran narkoba di wilayah Solo, sehingga kota ini, nol toleran terhadap peredaran narkoba," kata Wakapolres.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar