Sekmenpora: Atlet Peparpenas Raih Prestasi Terbaik

Pewarta : id sekmenpora buka peparpenas viii

Solo, ANTARA JATENG - Para atlet yang turun dalam Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) VIII/2017 di Stadion Sriwedari Solo, Jawa Tengah, harus berjuang seoptimal mungkin untuk meraih prestasi terbaik, kata Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Gatot Dewa Broto.

"Yang terpenting para atlet disabilitas bangga dan terus berjuang. Raihlah prestasi dengan sportivitas," katanya di sela pembukaan Peparpenas VIII/2017 yang berlangsung tujuh hari, mulai 7 hingga 14 November mendatang itu, di Solo, Jumat petang.

Ia menyebut pembukaan Peparpenas VIII di Solo menjadi menarik karena bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Selain itu, di Stadion Sriwedari Solo itu pula pada 1948 berlangsung Pekan Olahraga Nasional (PON) I.

Ia menjelaskan para atlet dalam ajang tersebut juga pahlawan nasional yang dapat mengharumkan nama Indonesia. Presiden Joko Widodo telah menerima kontingen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia pada 2 Oktober 2017. Mereka berhasil menjadi juara umum APG di Malaysia.

"Bapak Presiden langsung memerintahkan kepada Menpora untuk mendirikan Sekolah Keterbakatan Olahraga (SKO) Disabiltas Nasional di Solo, dan nanti juga akan berkembang di kota lainnya di Indonesia," kata Gatot.

Hal tersebut, kata dia, sebagai apresiasi dan penghormatan Presiden kepada para atlet NPC Indonesia yang mengharumkan nama bangsa.

Ia menyebut bahwa dari Solo telah muncul para pahlawan yang mampu membawa Indonesia menjadi juara umum.

Ia menjelaskan pemerintah memberikan perhatian yang sama kepada para atlet, termasuk atlet NPC. Para atlet berprestasi, baik Olimpiade, Asian Games, dan ASEAN Paragames mendapatkan bonus dengan ketentuan yang sama.

Pemerintah, ujarnya, juga akan memperjuangkan para atlet berprestasi untuk mempunyai peluang menjadi calon pegawai negeri sipil.

Peparpenas VIII/2017 di Solo diikuti 621 atlet berasal dari 29 provinsi, sedangkan lima daerah yang tidak mengirimkan atletnya, yakni Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Barat.

Para atlet disabilitas dari 29 provinsi yang mengikuti Peparpenas tersebut, yakni berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Papua, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Jambi, Gorontalo, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, Bangka Belitung, Bengkulu, Aceh, dan tuan rumah Jawa Tengah.

Peparpenas di Solo mempertandingan enam cabang olahraga, yakni atletik, bulutangkis, catur, renang, teni meja, dan bocia. Cabang bocia baru pertama kali dipertandingan pada Peparpenas di Solo.
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar