Rifan Financindo Bidik 200 Nasabah Baru Jateng

id rifan financindo, nasabah baru, Semarang

Rifan Financindo Bidik 200 Nasabah Baru Jateng

Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka Teddy Prasetya (dua dari kiri) menjelaskan tentang investasi, didampingi Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Sthepanus Paulus Lumintang (kiri), dan Syaiful Bachri selaku Kepala Cabang RFC

Semarang, 15/8 (Antara) - PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) menargetkan bertambahnya 200 nasabah baru untuk bisnis perdagangan berjangka yang tersebar di wilayah Jawa Tengah pada tahun ini.

"Jumlah investor di Rifan Semarang terus mengalami pertumbuhan. Saat ini, kami punya 373 nasabah yang tersebar di Jateng," kata Kepala Cabang RFB Semarang, Syaiful Bachri, di Semarang, Selasa.

Rifan adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan berjangka atau pialang berjangka yang merupakan anggota dari Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

Syaiful menjelaskan selama ini memang belum banyak masyarakat yang memahami investasi berjangka sehingga gencar menyosialisasikannya, termasuk memberikan edukasi terhadap setiap calon nasabah.

"Kami juga menyediakan wakil pialang berjangka sebagai pendamping. Industri investasi berjangka membutuhkan `support` untuk semakin memajukan ekonomi daerah, khususnya Kota Semarang," katanya.

Yang jelas, kata dia, Rifan menyediakan pilihan investasi yang aman, efektif, dan nyaman agar masyarakat bisa terhindari dari investasi bodong yang diakibatkan kurangnya pemahaman dan edukasi.

Sementara itu, Chief Business Officer RFB Teddy Prasetya menjelaskan perusahaan itu sudah berdiri di delapan kota besar, yakni Jakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, dan Pekanbaru.

Menurut dia, selama ini perkembangan prospek industri investasi berjangka menggembirakan dengan terus bertambahnya nasabah sejak RFB didirikan pada 2000, atau sudah sekitar 17 tahun berjalan.

Diakuinya, kendala yang dihadapi adalah masih banyaknya masyarakat yang belum memahami mengenai investasi berjangka sehingga menjadi tugas RFB untuk memberikan edukasi dan sosialisasi.

Secara umum, kata dia, bursa berjangka dengan saham secara "basic" hampir sama, tetapi bisnis saham hanya berjalan satu arah, sementara investasi berjangka berjalan secara dua arah.

"Kenyataan di lapangan, banyak sekali yang belum paham. Namun, kami terkendala keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Di Semarang saja ada kurang lebih 200 karyawan dari total 3.000 karyawan," katanya.

Meski demikian, ia optimistis bisnis RFB akan terus tumbuh ditunjukkan dengan pertumbuhan nasabah baru di delapan kota yang sekarang ini mencapai 1.031 investor untuk semester pertama 2017.

"Dibandingkan periode sama 2016, hanya ada 732 nasabah baru. Untuk volume transaksi pada 2017 ada 234.627 lot, meningkat dari 2016 sebanyak 139.391 lot, atau naik 68 persen," kata Teddy.
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar