Ribuan Dompet P3K Dibagikan di Semarang

id Hansaplast, pmi, p3k

Ketua PMI Kota Semarang dr Sofa Kasani (kiri) dan DSM Hansaplast Semarang Mardhono Achiriawan (kanan), secara simbolis menyerahkan 10.000 Dompet P3K kepada perwakilan siswa SD Negeri Candi 01 Semarang, pada peringatan Hari Pertolongan Pertama Sedunia

Semarang, ANTARA JATENG - PT Beiersdorf Indonesia, produsen Hansaplast bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang membagikan ribuan dompet pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) memperingati Hari Pertolongan Pertama Sedunia.

"Tahun ini, kegiatan yang kali kedua sebagai wujud kepedulian dan komitmen Hansaplast terhadap pentingnya selalu siaga pertolongan pertama," kata District Sales Manager PT Beiersdorf Indonesia Mardhono Achiriawan di Semarang, Minggu.

Meski sederhana, kata dia, perlengkapan pertolongan pertama sangat dibutuhkan karena kecelakaan bisa terjadi kapanpun dan di manapun, termasuk lingkungan terdekat, seperti rumah, sekolah, tempat kerja, dan jalan raya.

Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pertolongan Pertama Sedunia, ia mengatakan Hansaplast ingin terus meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendorong memiliki perlengkapan, yakni dompet pertolongan pertama.

"Ada sebanyak 10 ribu dompet pertolongan pertama yang kami bagikan. Tidak hanya di Semarang, tetapi di enam kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Malang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang," katanya.

Tak hanya dibagi dompet pertolongan pertama, Hansaplast dan PMI juga memberikan edukasi singkat mengenai langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan terhadap kaki terkilir, luka bakar, pingsan, dan kejang.

Mardhono menambahkan dompet pertolongan pertama itu berisi sejumlah peralatan dan obat-obatan sederhana, seperti plester dan obat luka luar yang bisa membantu menangani pertolongan pertama kecelakaan.

"Ya, kita kan tidak pernah tahu terjadi kecelakaan, misalnya tersandung atau jatuh. Minimal, lengkapi diri dan keluarga dengan perlengkapan P3K yang simpel. Misalnya, berisi plester dan obat luka luar," katanya.

Dengan kesiapan peralatan P3K, serta kesigapan dan pemahaman dalam melakukan langkah pertolongan pertama, kata dia, setidaknya risiko fatal atau yang lebih besar dari terjadinya kecelakaan bisa dicegah.

Rangkaian peringatan "World First Aid Day" (Hari Pertolongan Pertama Sedunia) di arena car free day (CFD) Jalan Pahlawan Semarang itu diisi dengan parade drumband dan senam, serta pembagian dompet pertolongan pertama.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Semarang dr Shofa Chasani SpPD-KGH mengingatkan pentingnya mempersiapkan peralatan P3K di manapun dan kapanpun untuk memberikan pertolongan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Namun, tak hanya membawa peralatan P3K yang penting, melainkan juga pemahaman atas penggunaan peralatan tersebut sehingga bisa memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan efektif.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar