Ratusan Atlet Ikuti Peparpenas 2017 di Solo

Pewarta : id kontingen peparpenas jateng

Solo, ANTARA JATENG - Ratusan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) VIII/2017 di Stadion Sriwedari Solo, Jawa Tengah, yang berlangsung selama tujuh hari.

Acara Peparpenas 2017 dibuka Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Gatot Dewa Broto yang diawali dengan upacara kontingen daerah di Stadion Manahan Solo, Jumat petang.

Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Pelayanan Khusus Kemenpora yang juga Ketua Panitia Peparpenas VIII/2017, Bayu Rahadian, mengatakan kegiatan itu berlangsung mulai Selasa (7/11) hingga Selasa (14/11) dengan tema "Melalui Peparpenas VIII 2017 Kita Tingkatkan Percaya Diri dan Motivasi Atlet untuk Indonesia Hebat".

Peparpenas tahun ini diikuti 621 atlet berasal dari 29 provinsi, sedangkan lima daerah yang tidak mengirimkan atletnya, yakni Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Barat.

Ia menjelaskan Peparpenas dilaksanakan setiap dua tahun sekali sebagai ajang pencarian bibit atlet potensial dan kompetisi bagi pelajar disabilitas serta memberikan hak kesempatan yang sama kepada mereka untuk berolahraga.

Peparpenas tahun ini mempertandingkan enam cabang olahraga, yakni atletik, bulutangkis, catur, renang, tenis meja, dan bocia. Cabang olahraga bocia baru dipertandingan pada ajang Peparpenas di Solo tahun ini.

Ia mengatakan jenis disabilitas para peserta Peparpenas di Solo, antara lain tuna dasa, tuna graita, tuna netra, dan tuna rungu, sedangkan total medali yang diperebutkan total 471 medali, baik emas, perak, maupun perunggu.

Ia mengatakan dalam Peparpenas dapat dilihat 15 atlet yang sebelumnya ikut berlaga di ASEAN Para Games IX di Malaysia, pada 17-23 September 2017.

Mereka mampu menyumbangkan medali emas, di mana kontingan Indonesia merebut peringkat pertama dengan menyandang juara umum.

Peparpenas tahun ini juga menjadi bagian penting untuk persiapan atlet menuju "multievent" Asian Paralympic di Indonesia 2018.

Para atlet yang berlaga dalam Peparpenas akan dipantau untuk dijadikan siswa Sekolah Keterbakatan Olahraga (SKO) Disabilitas Nasional di Solo, yang dimulai tahun ini.

Peparpenas diselenggarakan atas kerja sama Kemenpora, Pemprov Jateng, Pemkot Surakarta, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, dan Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar