Puluhan Rumah di Cilacap Tergenang Banjir Rob

id banjir rob,kelurahan cilacap

Puluhan Rumah di Cilacap Tergenang Banjir Rob

Genangan banjir rob setinggi 30 centimeter di Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, akibat pasang maksimum di perairan Teluk Penyu yang diprakirakan mencapai 2,1 meter pada Minggu (3/12/2017) malam. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Dok. Kelurahan Cilacap)

Purwokerto, ANTARA JATENG - Puluhan rumah di Kelurahan Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu malam, dilaporkan tergenang banjir rob akibat pasang maksimum di perairan Teluk Penyu yang diprakirakan mencapai 2,1 meter.

Saat dihubungi dari Purwokerto, Lurah Cilacap Joko Priyatno mengatakan sedikitnya ada tiga RT di Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan, yang tergenang banjir rob terutama yang berada di pinggiran Kali Yasa seperti Jalan Teri dan sekitar Kantor Koperasi Unit Desa Mino Saroyo.

"Tinggi genangan air di halaman rumah sekitar 30 centimeter. Bahkan di beberapa tempat ada yang sudah masuk ke dalam rumah, mungkin lebih dari 20 rumah," katanya.

Ia mengakui jika banjir rob sering mengenangi sejumlah wilayah di Kelurahan Cilacap terutama saat terjadi pasang maksimum pada masa pancaroba atau peralihan musim.

Dalam hal ini, saat sekarang di perairan selatan Jawa Tengah sedang berlangsung masa peralihan dari musim angin timuran menuju angin baratan.

Saat dihubungi secara terpisah, Ketua Kelompok Nelayan Pandanarang, Pantai Teluk Penyu, Tarmuji banjir rob menggenai rumah-rumah warga Jalan Teri terutama di pinggiran Kali Yasa yang bermuara di Teluk Penyu.

"Ini biasa terjadi saat pancaroba. Untungnya angin tidak kencang sehingga gelombang di pantai tidak tinggi," katanya.

Ia mengatakan air pasang sudah berlangsung sejak tiga hari terakhir namun malam ini yang tertinggi.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap, pasang maksimum pada hari Minggu (3/12) diprakirakan mencapai 2,1 meter mulai pukul 20.00 WIB. 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar