Puluhan Pegawai Kemenkeu Mengajar SD di Semarang

id Pegawai Kemenkeu, Mengajar, SD

Para siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Kalibanteng Kidul 01 Semarang memasukkan pesawat kertas yang bertuliskan nama dan cita-cita mereka ke dalam toples, setelah mereka terbangkan beramai-ramai dalam kegiatan "Kementerian Keuangan Mengajar" di sekolah

Semarang, ANTARA JATENG - Puluhan pegawai Kementerian Keuangan menjadi sukarelawan mengajar di beberapa sekolah dasar di Kota Semarang, Jawa Tengah, sejalan dengan rangkaian peringatan Hari Keuangan atau Hari Oeang RI.

Di SD Negeri Kalibanteng Kidul 01 Semarang, Senin, ratusan siswa berseragam putih-merah memenuhi lapangan sekolah dengan membawa pesawat kertas di tangan masing-masing.

Dengan aba-aba para sukarelawan, para siswa secara serentak menerbangkan pesawat kertas dengan tangannya sekuat tenaga ke atas yang di dalamnya telah mereka tuliskan nama dan cita-cita.

"Terbangkanlah cita-citamu setinggi langit. Sekuat tenaga. Jangan pernah menyerah," kata Nur Azizah Eka Wardhani, fasilitator dari Kemenkeu di SD tersebut kepada siswa peserta kegiatan itu.

Azizah menjelaskan program "Kemenkeu Mengajar" merupakan agenda dari kementerian pusat yang dilakukan di 138 SD yang tersebar di 51 kabupaten/kota sebagai rangkaian peringatan Hari Oeang RI.

"Kami sebagai pegawai Kemenkeu di Semarang juga kebagian menjalankan program. Ada 74 relawan plus panitia, yakni 110 orang yang mengajar di lima SD," kata pegawai DJP KPP PRatama Semarang Gayamsari itu.

Kelima SD itu, yakni SDN Bandarharjo 02, SDN Manyaran 01, SDN Lamper Kidul 02, SDN Bangetayu Wetan 01, dan SDN Kalibanteng Kidul 01 yang tersebar di berbagai kecamatan di Semarang.

Sasarannya, kata dia, memang dipilih dari siswa SD karena mereka merupakan bibit potensial yang mudah menyerap materi yang disampaikan, dan tentunya berkaitan dengan keuangan secara umum.

Ia mencontohkan program penganggaran dari APBN untuk pembangunan sebagai salah satu materi yang disampaikan, kemudian tugas pokok dan fungsi Kemenkeu, serta pengenalan profesi masing-masing sukarelawan.

Meski demikian, para sukarelawan menyampaikan materi itu melalui metode yang menyenangkan dan permainan sehingga para siswa bisa mengikuti dan memahami secara baik apa yang disampaikan.

"Ada yang kami sampaikan lewat sulap, `games`, drama atau teatrikal, dan lagu. Dengan begini kan siswa senang dan enggak bosan. Dalam materi itu, kami sisipkan nilai dan perilaku kebaikan sehari-hari," ungkapnya.

Sebelum menjadi relawan mengajar yang rata-rata diikuti 240 siswa/sekolah itu, kata dia, para pegawai yang menjadi sukarelawan mendapatkan "training" terlebih dulu dari para pakar pengajar.

Selain itu, Azizah mengatakan program Kemenkeu Mengajar itu bersifat non-APBN dan seluruh pendanaannya dari hasil donasi maupun sumbangan dari para relawan dan panitia dari pegawai Kemenkeu.

Sementara itu, Denny Febrian (10), siswa kelas V SDN Kalibanteng Kidul 01 Semarang mengaku senang diajar oleh sukarelawan dari Kemenkeu karena banyak permainan yang diberikan dalam pembelajaran.

"Banyak yang diajarkan, ada integritas, nasionalisme, dan pelayanan. Tadi, ada sulap juga," kata siswa yang mengaku bercita-cita jadi agen FBI karena gajinya tinggi, sembari tersenyum.

Lain lagi, Fauzan MA (10), siswa lainnya di kelas V SD itu yang bercita-cita jadi anggota TNI dan menuliskannya di sayap pesawat kertas yang dibuatnya sebelum beramai-ramai diterbangkan ke atas. 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar