Proyek Tempat Istirahat Butuh Tambahan Rp6 Miliar

Pewarta : id Proyek Tempat Istirahat Butuh Tambahan Rp6 Miliar

Ilustrasi - Wisatawan sedang bermain di taman labirin, "Rest Area" Lembah Asri, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (11/3). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Sumarwoto)

Kudus, ANTARA JATENG - Tempat istirahat (rest area) wisatawan di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diperkirakan belum bisa dimanfaatkan pada awal 2018, karena masih perlu ada penataan lingkungan yang diperkirakan membutuhkan tambahan anggaran Rp6 miliar.

"Sejauh ini, pelaksanaan pembangunan sudah berjalan dengan baik dan ditargetkan rampung awal Desember 2017," kata Ketua DPRD Kudus Masan di Kudus, Selasa.

Ia sudah melakukan peninjauan proyek tersebut. Usai meninjau lokasi proyek, kata dia, diketahui proyek tersebut masih membutuhkan dukungan anggaran untuk penataan lingkungannya.

Penataan lingkungan yang dimaksudkan, yakni penguatan tanah dengan pembuatan talud dan sandaran, drainase, instalasi air, pemasangan keramik los, hingga pemasangan kaca pandang.

Ia berharap penambahan anggaran tersebut bisa dialokasikan melalui APBD 2018.

"Harapannya, ketika sudah bisa dimanfaatkan keselamatan pengunjung benar-benar terjamin," ujarnya.

Apalagi, kata dia, lokasi pembangunan yang menelan anggaran Rp21,361 miliar berada di kawasan Pegununan Muria yang merupakan loaksi objek wisata Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe.

Ia menambahkan bahwa DPRD Kudus dijadwalkan membahas APBD 2018 pekan ini, sedangkan pengesahan APBD 2018 dijadwalkan pada 24 November 2017.

Proyek tempat istirahat Colo menempati bekas lahan parkir bus wisata dan areal PKL Colo.

Adanya proyek pembangunan tempat istirahat, para PKL menempati bangunan semipermanen di tepi Jalan Colo.

Keberadaan tempat istirahat tersebut diharapkan bisa menambah daya tarik wisata religi di kawasan Makam Sunan Muria.
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar