Persis Ditahan Imbang Lawan PSIRr 1-1

Pewarta : id Persis, imbang lawan PSIR

Pemain depan Persis Tri Handoko menyundul bola dan dihadang tiga poemain PSIR pada pertandingan Grup 4 Liga 2 2017 di Stadion Manahan Solo, Senin (11/9). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Bambang Dwi Marwoto)

Solo, ANTARA JATENG - Persis Solo tidak mampu meraih tiga poin setelah ditahan imbang melawan PSIR Rembang 1-1 pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup 4 Liga 2 Indonesia 2017 di Stadion Manahan Solo, Senin petang.

Hasil pertandingan Persis melawan PSIR itu, tidak menentukan lagi posisi selanjutnya bagi tim tuan rumah karena sudah lolos ke babak 16 besar.

Pada babak pertama pertandingan yang disaksikan sekitar 10 ribu penonton pendukungnya itu, tuan rumah tidak mampu bermain banyak variasi serangan untuk mengalahkan tim tamu.

Namun, Persis sejak awal menit pertama babak kedua berupaya melakukan tekanan ke pertahanan PSIR. Tetapi sejumlah peluang yang dibangun dari bawah selalu digagal di barisan pemain belakang tim tamu karena disiplin menjaga daerahnya.

Persis mendapat peluang menit 10 melalui tendangan keras yang dilakukan Tri Handoko dari luar kotak penalti. Tetapi bola berhasil diblok kiper PSIR Okta Wahyu Agus Prakoso dan hanya menghasilkan tendangan sudut untuk tim tuan rumah.

Pada menit 23, tendangan pemain Persis Soni Setiawan melambung tipis di atas mistar gawang PSIR sehingga kedudukan tetap 0-0.

Namun, Persis justru kebobolan terlebih dahulu melalui tendangan hukuman penalti pada menit 37, karena Ikhwan Ciptadi tangannya menyentuh bola di dalam kotak penalti. Koko Hartanto berhasil mengeksekusi tendangan penalti sehingga mengubah kedudukan menjadi 0-1 untuk PSIR hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Persis memasukkan sejumlah pemain inti, seperti M. Wahyu menggantikan Egy Ardy dan Rudiyana menggantikan Ikhwan Ciptadi untuk menambah daya dobrak dalam mengejar ketinggalan gol dari PSIR.

Pada pada babak kedua, Persis hampir mengurung pertahanan PSIR, sedangkan lawan hanya mengandalkan serangan balik. Namun, M. Wahyu dan kawan-kawan belum mempu menyamakan kedudukan yang tetap 0-1 untuk PSIR.

Persis kembali memasukan tenaga baru, Dedi Cahyono, menggantikan Agung Prayitno, untuk mempertajam lini depan. Serangan demi serangan terus dibangun melalui pemain gelandang M. Wahyu, Dedi Cahyono, Tri Handoko, dan Bayu Andra. Tetapi Persis masih gagal membuahkan gol.

Persis akhinya mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah mendapat tendangan penalti menit 79 yang dilakukan oleh Tri Handoko. Tendangan penalti untuk Persis, karena pemain Dedi Cahyono yang berhasil merebut bola dan menerobos ke depan gawang terjatuh akibat kakinya digaet oleh kiper Okta Wahyu. Wasit langsung menuju titik penalti untuk Persis.

Bahkan, wasit dari Bengkulu yang memimpin pertandingan, Sondi Pratama, juga mengeluarkan kartu kuning kedua untuk kiper PSIR dan kemudian kartu merah untuk mengeluarkan Okta Wahyu.

Pada pertandingan yang tersisa waktu sekitar 10 menit itu, Persis hanya bermain dengan 10 pemain. Pemain strikernya, Koko Hartanto, terpaksa harus menjadi penjaga gawang menggantikan Okta yang dikeluarkan oleh wasit.

Gempuran bertubi-tubi pemain Persis  ke gawang PSIR belum berhasil membuahkan gol. Kedudukan imbang 1-1 tetap bertahan hingga babak kedua berakhir.

Wasit mengeluarkan empat kartu kuning untuk Donny Widi  (PSIR), M. Wahyu, Eli Nasoka, Asyraq Gufran (Persis), sedangkan kartu merah untuk Okta Wahyu Agus Prakoso (PSIR).

Asisten Pelatih PSIR Rembang David mengatakan pertandingan cukup seimbang, tetapi Persis memang lebih unggul dalam mengorganisasi permainan.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat untuk tuan rumah yang sudah lolos ke babak 16 besar.

Pelatih Persis Solo Widyantoro mengatakan timnya memang sengaja mencoba mengubah skema permainan untuk pertahanan, terutama pada babak pertama.

Ia menyebut bahwa Persis mendapat pelajaran penting dari pertandingan itu karena terus ditekan lawan.

Namun, pada babak kedua, Persis memasukkan beberapa pemain inti untuk mengubah skema sebenarnya. Langkah itu berhasil menyamakan kedudukan menjadi imbang 1-1.

"Hal ini memang kesempatan untuk mencoba skema bertahan, tetapi kami kembalikan skema yang sebenarnya dan berhasil membuhkan banyak peluang meski hanya satu yang menjaid gol," katanya.

Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar