Peredaran PCC di Temanggung Menyasar Pelajar

id PCC, BNN

Peredaran PCC di Temanggung Menyasar Pelajar

Ilustrasi - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar memperlihatkan puluhan ribu butir pil Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC) hasil sitaan, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (16/9/2017). Sebanyak 29.000 butir pil PCC disita dari distributor obat resmi farmasi di Makassar berinisial PBS SS, pada Jumat 15 September 2017 yang dikemas dalam 29 plastik dan siap diedarkan ke wilayah Papua,

Temanggung, 6/12 (Antara) - Kalangan pelajar di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menjadi sasaran peredaran pil paracetamol caffeine and carisoprodol (PCC) bahkan dibagikan secara gratis kepada pelajar, kata Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Temanggung Sony Hendrawan.

"Penyebaran PCC secara gratis itu terungkap saat ada pertandingan sepak bola antar-SMP di Lapangan Danupayan, Kecamatan Bulu, beberapa waktu lalu," katanya di Temanggung, Rabu.

Ia mengatakan seorang siswa salah satu sekolah yang menjadi suporter mengaku diberi pil PCC gratis oleh orang tidak dikenal.

Sesaat kemudian obat terlarang golongan G itu dikonsumsi oleh pelajar tersebut sehingga perilakunya menjadi tidak terkontrol. Kawan-kawannya yang tidak mengetahui jika dia tengah dalam pengaruh obat-obatan menduganya dia sedang kesurupan.

Oleh pihak sekolah dan orang tua lalu anak tersebut dibawa ke RSUD Temanggung dan di situlah diketahui dalam kantongnya tersimpan pil PCC.

"Setelah ditanyai oleh gurunya dia mengaku saat bersama rombongan pelajar lain mau masuk lapangan untuk menjadi suporter, ternyata ada remaja yang sudah tidak sekolah itu menawari pil PCC secara gratis kepada anak-anak. Nah, ini fenomenanya pil PCC itu dibagikan secara gratis," katanya.

Sampai sekarang, pihak BNN juga belum mengetahui identitas pemberi pil PCC gratis kepada pelajar tersebut. Laporan dari kepala sekolah, bahwa siswa yang diberi PCC gratis itu dalam catatan sekolah tergolong siswa tidak nakal.

Pihaknya juga mendapat informasi ada pelajar SMP di Parakan yang tinggal bersama kakeknya di Desa Jamusan, Kecamatan Jumo yang memiliki catatan tertentu.

Dia pindahan dari Kabupaten Bogor Jawa Barat, karena di sana dia selalu dibuli oleh kawan-kawannya dengan cara dicekoki pil ekstasi dan sabu-sabu.

Ia menuturkan dari dua kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa peredaran narkoba memprihatinkan, tidak lagi tawar menawar harga, tetapi ada pemberian gratis, bahkan dengan model pemaksaan atau dicekoki.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar