Pemprov Jateng Dorong Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga

id pemprov jateng, tanaman obat, sekda, semarang

Pemprov Jateng Dorong Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga

ilustrasi- Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi (kanan) meninjau kebun tanaman obat saat peresmian Rumah Riset Jamu "Hortus Medicus", di Tawangmangu, Karanganyar, Jateng, Kamis (31/1). FOTO ANTARA/Andika Betha.

Semarang, ANTARA JATENG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong pemanfaatan berbagai jenis tanaman obat keluarga sebagai salah satu alternatif pengobatan dan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

"Saya mendorong di setiap pekarangan rumah ditanami tanaman obat-obatan yang bisa digunakan untuk jamu sehingga dengan begitu masyarakat bisa merawat kesehatan diri dan keluarganya sekaligus memenuhi kebutuhan kesehatan di lingkungan keluarga," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono di Semarang, Kamis.

Sekda menjelaskan bahwa untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat perlu ada dorongan pengembangan kesehatan tradisional pada masyarakat.

Salah satu bentuk dorongan itu melalui kelompok asuhan mandiri kesehatan tradisional yang saat ini gencar di sosialisasikan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng pada pemerintah daerah di 35 kabupaten/kota.

Menurut Sekda, sosialisasi tersebut diharapkan dapat turut mendorong masyakarat membentuk kelompok asuhan mandiri tanaman obat keluarga, termasuk juga mempersiapkan sumber daya manusia maupun fasilitas pelayanan kesehatan tradisional.

"Pemerintah daerah juga diharapkan bisa melakukan pembinaan dan pengawasan pelaku pelayanan kesehatan tradisional dan produsen obat tradisional agar produksi obat tradisional sesuai standar yang ditetapkan," ujarnya.

Pemprov Jateng melalui Dinas Kesehatan, kata Sekda, telah berkomitmen mengembangkan kesehatan tradisional.

"Saat ini terdapat tujuh rumah sakit dan 164 puskesmas di Jateng yang dicanangkan akan membuka layanan kesehatan tradisional, tapi jumlah sumber daya manusia yang memiliki kompetensi kesehatan tradisional, khususnya jamu, masih terbatas," katanya.

Oleh karena itu, diharapkan sosialisasi kelompok asuhan mandiri kesehatan tradisional itu nantinya dapat memberi penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan kesehatan tradisional.

"Pelayanan kesehatan menurutnya merupakan satu dari enam urusan wajib pemerintah daerah dan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat salah satunya perlu mendorong pengembangan kesehatan tradisional kepada masyarakat melalui kelompok asuhan mandiri," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar