Pemkot Surakarta Libatkan Pengusaha untuk Penyediaan Garam

id harga garam, pengsaha garam

Pemkot Surakarta Libatkan Pengusaha untuk Penyediaan Garam

Ilustrasi - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau sentra produksi garam di Desa Jono,Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. (Foto:ANTARAJATENG.COM/Wisnu Adhi N.)

Solo, ANTARA JATENG - Pemerintah Kota Surakarta berupaya melibatkan sejumlah pengusaha besar untuk memastikan penyediaan komoditas garam yang hingga saat ini harganya masih bertahan tinggi.

"Dengan upaya melibatkan sejumlah pengusaha, sejauh ini pasokan garam masih lancar," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagio di Solo, Senin.

Mengenai upaya menggandeng sejumlah pengusaha tersebut, dikatakannya, bukan hanya berasal dari pengusaha lokal tetapi juga luar negeri.

"Kalau pengusaha lokal di antaranya dari Jepara, Juwana, Pati, dan Madura. Sedangkan kalau dari luar negeri di antaranya dari Australia dan India," katanya.

Ia mengatakan sejauh ini pasokan garam yang masuk ke Solo setiap harinya mencukupi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan Kota Surakarta, untuk jumlah garam yang masuk ke Kota Solo mencapai 2-5 ton/hari, sedangkan untuk kebutuhan masyarakat sebanyak 3-5 ton/hari.

"Jumlah ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Solo tetapi juga se-Solo Raya," katanya.

Sementara itu, diakuinya, sejauh ini belum ada penurunan harga garam di tingkat pedagang. Dari hasil pantauan Dinas Perdagangan Kota Surakarta, kenaikan harga masih di kisaran 80-100 persen.

"Seperti misalnya untuk garam grosok 1 kg harganya sekarang Rp26.000, garam bata Rp6 ribu/buah, dan garam halus seperempat kilogramnya harga Rp6 ribu," katanya.

Pihaknya memperkirakan harga garam akan kembali stabil setelah pemerintah pusat mulai aktif melakukan impor salah satunya dari Australia.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar