Pemkab Batang Pindahkan Ratusan Pedagang Pasar Baru

id BUPATI BATANG WIHAJI

Pemkab Batang Pindahkan Ratusan Pedagang Pasar Baru

Ilustrasi - Bupati Batang Wihaji. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Kutnadi)

Jika nanti ada lebih los maupun kios akan kita tata dan kalau juga kurang akan ditata secara baik dan bijak. Yang penting guyub rukun mencari rezeki dalam berdagang
Batang, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, segera memindahkan 400 pedagang makanan dan minuman yang semula menempati pasar darurat di Jalan Wahidin ke pasar baru di Jalan Jenderal Sudirman.

Bupati Batang Wihaji pada kegiatan sosialisasi di Batang, Rabu, mengatakan bahwa pemindahan para pedagang ke pasar baru itu akan dilakukan bertahap dan mereka akan menempati lokasi berdagang mulai awal Desember 2017.

"Sebelum para pedagang dipindahkan ke pasar baru, kami akan memberikan sosialisasi tentang kesanggupan menaati peraturan yang ada pada mereka. Saya jelaskan dan tanya pada para pedagang sudah ikhlas kah dipindah ke pasar baru," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut sekaligus bertujuan untuk mengetahui keinginan dan harapan para pedagang saat berdagang di pasar baru itu.

"Pada sosialisasi itu, saya sudah tanya satu persatu pada para pedagang dan prinsipnya mereka siap pindah dengan segala konsekuensinya. Meski tempatnya ada yang di lantai bawah dan lantai atas dan semua sudah diatur oleh tim teknis," katanya.

Ia mengatakan pada penataan para pedagang, pemkab melakukan pemisahan tempat berdagang atau tidak dikelompokan seperti pedagang buah tidak khusus menempati los buah.

Hal itu, kata dia, sebagai upaya menghindari kecemburuan para pedagang dan memberikan kenyamanan masyarakat dalam memilih untuk membeli sesuatu barang.

Menurut dia, pemkab akan melakukan penataan pasar secara transparan sebagai upaya menghindari permasalahan dan kecurigaan pedagang karena nantinya akan menggunakan cara diundi.

"Jika nanti ada lebih los maupun kios akan kita tata dan kalau juga kurang akan ditata secara baik dan bijak. Yang penting guyub rukun mencari rezeki dalam berdagang," katanya.

Pewarta :
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar