Pelajar Apresiasi Rencana Pengoperasian Angkutan Aglomerasi Purwokerto-Purbalingga

Pewarta : id BRT

ilustrasi bus BRT

Purwokerto, ANTARA JATENG - Kalangan pelajar dan pendidik di kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengapresiasi rencana pengoperasian Angkutan Aglomerasi Perkotaan Wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) Koridor I Purwokerto-Purbalingga.

"Kami menyambut baik rencana pengoperasian angkutan aglomerasi atau BRT (Bus Rapid Transit) karena selain bisa tepat waktu, tarif untuk pelajar juga murah, hanya Rp1.000," kata salah seorang pelajar SMK Wiworotomo Purwokerto, Ali Latif saat mengikuti Sosialisasi Tahap II Rencana Pengoperasian Angkutan Aglomerasi Perkotaan Wilayah Barlingmascakeb Koridor I Purwokerto-Purbalingga di Purwokerto, Selasa.

Kendati demikian, dia mengharapkan kehadiran angkutan aglomerasi tidak berdampak buruk terhadap angkutan umum lainnya karena masyarakat kemungkinan akan beralih ke BRT.

Sementara siswi SMAN 2 Purwokerto, Fela mengharapkan BRT melintasi Jalan Gatot Soebroto, Purwokerto, karena banyak terdapat sekolah dan instansi pemerintah.

"Apalagi kalau disediakan halte di Jalan Gatot Soebroto, kami tidak akan kejauhan jalan kaki ke sekolah," katanya.

Salah seorang perwakilan kalangan pendidik, Sri Rahayu mendukung usulan Fela karena di sekitar Jalan Gatot Soebroto banyak terdapat sekolah sehingga kehadiran BRT dapat membantu siswa.

"Kalau lewat Jalan Gatot Soebroto sangat membantu siswa kami yang menuju sekolah. Apalagi ada siswa kami yang berasal dari luar kota," katanya.

Terkait dengan hal itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Ginaryo mengatakan jalur dan halte BRT masih menjadi topik diskusi beberapa pihak terutama yang masuk kota karena menunggu keikhlasan pelaku usaha transportasi.

Menurut dia, hingga saat ini belum ada titik temu terkait dengan rute BRT yang masuk Jalan Gatot Soebroto meskipun telah beberapa kali dilakukan diskusi.

"Manajemen BRT bukan kewenangan Dinhub Jateng, kami hanya memfasilitasi. Nantinya yang akan mengeksekusi dari pengusaha angkutan," katanya.

Sekretaris Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Banyumas Is Heru Permana mengharapkan kehadiran BRT dapat mengubah pola pikir masyarakat termasuk kalangan pelajar.

"Selama ini, banyak pelajar yang berangkat sekolah dengan mengendarai sepeda motor. Padahal, mereka belum memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi)," katanya.

Dengan adanya BRT, kata dia, pelajar dapat diarahkan untuk menggunakan angkutan umum ketika berangkat sekolah.

Angkutan Aglomerasi Perkotaan Wilayah Barlingmascakeb Koridor I Purwokerto-Purbalingga direncanakan mulai beroperasi pada bulan Juli 2018.
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar