Pedagang Tangkap Pencuri Beras di Pasar Batang

id Pedagang, Tangkap, Pencuri Beras

Polres Batang, Rabu (15/11/2017)melakukan pemeriksaan terhadap pelaku pencurian beras di pasar. (Foto; ANTARAJATENG.COM/Kutnadi)

Batang, ANTARA JATENG - Pedagang beras di Pasar Batang, Jawa Tengah, berhasil menangkap pencuri beras setelah sebelumnya dijebak dengan umpan berupa kantong beras berisi 25 kilogram.

Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, membenarkan kejadian tersebut. Kepala Polres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga di Batang, Rabu, mengatakan bahwa pelaku Feri Hakiki (25) warga Kecamatan Warungasem dibekuk saat mencuri beras milik pedagang beras, Udin (50).

"Pencurian beras di pasar itu dapat digagalkan oleh pedagang yang sejak awal sudah mencurigai kedatangan pelaku. Para pedagang mengaku resah karena sudah sering kali kehilangan dagangannya," katanya.

Ia yang didampingi Kepala Polsek Batang Kota AKP Bambang Sugiyanto mengatakan pelaku menjual beras hasil curian itu pada salah seorang pengepul di Desa Menguneng, Kecamatan Warungasem dengan harga yang relatif murah dibanding harga di pasaran.

"Saat ini kami masih menyelidiki dan mengembangkan kasus pencurian beras itu. Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 363 KUHP," katanya.

Korban Udin (50) mengatakan kasus pencurian beras itu berawal saat dirinya sudah merasa sangat kesal pada pelaku karena sering kehilangan beras yang akan dikirim pada para pedagang di pasar.

"Oleh karena, kami mencoba memancing perbuatan pelaku dengan membiarkan puluhan tumpukan karung berisi beras di mobil di kompleks pasar. Ternyata benar, setelah beberapa lama kami intai, pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor mendekati mobil dan mengambil 1 karung beras berisi 25 kilogram," katanya.

Ia mengatakan setelah pelaku mengambil beras dan ditaruh di jok belakang sepeda motor dan langsung berusaha kabur.

"Akan tetapi, sebelum pelaku kabur, kami dapat membekuknya. Pelaku langsung kami serahkan pada polisi sebagai upaya menghindari amuk massa," katanya.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar