Pedagang Buku Stadion Diponegoro Semarang Segera Direlokasi

id Ilustrasi kios buku

Pedagang Buku Stadion Diponegoro Semarang Segera Direlokasi

Ilustrasi kios buku ()

Semarang, ANTARA JATENG - Para pedagang buku bekas dan baru yang berada di kawasan Stadion Diponegoro Semarang segera direlokasi ke Pasar Bulu Semarang yang ditargetkan akhir Desember 2017.

"Sebelumnya kami tawarkan pedagang buku di Stadion untuk menempati Pasar Peterongan, tetapi mereka menolak," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di Semarang, Kamis.

Para pedagang buku selama ini menempati belakang Stadion Diponegoro Semarang sehingga kawasan tersebut dikenal sebagai pusat penjualan berbagai jenis buku, mulai buku terbitan lama hingga baru.

Fajar menjelaskan para pedagang buku yang berjumlah 60 orang saat ini masih bertahan di kawasan Stadion Diponegoro, namun kemudian ditawarkan Pasar Peterongan sebagai tempat relokasi.

"Tiga bulan lalu, ketua paguyubannya sudah kami sampaikan untuk (pindah, red.) ke Pasar Peterongan, tetapi menolak. Tetapi, ini ada beberapa pedagang yang siap menempati Pasar Bulu lantai tiga," katanya.

Menurut dia, alasan pedagang buku enggan direlokasi ke Pasar Peterongan karena lahan yang tidak cukup memadai, padahal kios untuk pedagang buku sudah disiapkan di pasar yang baru saja direvitalisasi.

"Alasannya karena lahannya kurang. Padahal, di sana (Pasar Peterongan, red.) sudah kami siapkan kios-kiosnya. Ya, sekarang kami tawarkan relokasi ke Pasar Bulu," katanya.

Rencananya, Fajar menyebutkan sosialisasi relokasi ke Pasar Bulu lantai tiga akan segera dilakukan dalam minggu depan, setelah sosialisasi sebelumnya mengenai rencana relokasi ke Pasar Peterongan.

"Kami sudah dua kali sosialisasi. Beberapa pedagang ada yang menghendaki di Pasar Bulu. Ini besok kami sosialisasikan lagi kapan mereka mau menempati," katanya.

Relokasi para pedagang buku di kawasan Stadion Diponegoro itu, diakuinya, merupakan inisiatif Pemerintah Kota Semarang memberikan kesempatan dan lahan bagi para pedagang yang selama ini menempati lahan milik Kodam IV/Diponegoro.

Jika para pedagang tidak segera pindah dari kawasan Stadion Diponegoro, kata dia, dikhawatirkan mereka nantinya tidak memiliki lokasi untuk berdagang jika sewaktu-waktu pihak TNI selaku pemilik lahan mau membangun di lokasi itu.

"Ya, suatu saat tanah di sana pasti akan dibangun oleh Kodam. Lha mumpung sekarang masih ada tempat, kami berikan kesempatan merekan segera menempati Pasar Bulu," katanya.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar