Pangdam: Fungsi Teritorial TNI Dilaksanakan dengan Penjiwaan

id pangdam iv/diponegoro

Pangdam: Fungsi Teritorial TNI Dilaksanakan dengan Penjiwaan

Pangdam IV/Diponegoro memberikan mengarahan jajaran prajurit di Kodim 0724 Boyolali, Kamis. (Foto:ANTARAJATENG.COM/Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali, ANTARA JATENG - Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto mengatakan para prajurit TNI dalam melaksanakan fungsi teritorial harus dengan penuh penjiwaan guna memperkuat kemanunggalan dengan rakyat.

"Jangan sampai masyarakat disakiti, karena hal itu akan dimanfaatkan pihak yang tidak suka untuk merusak nama TNI," katanya di Boyolali, Kamis petang.

Ia mengatakan hal itu di sela acara pengarahan kepada anggotanya di Markas Komando Distrik Militer 0724/Boyolali, Jawa Tengah.

Kemanunggalan TNI dan rakyat yang sudah kuat, ujarnya, jangan sampai dirusak oleh pihak-pihak yang ingin mengadu domba TNI dengan rakyat atau institusi lain.

Berdasarkan hasil survei oleh salah satu lembaga pada Oktober 2017, ujarnya, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap TNI cukup tinggi.

TNI, katanya, merupakan lembaga yang paling dipercaya masyarakat dibandingkan dengan institusi lainnya.

"TNI tingkat kepercayaan oleh masyarakat mencapai sekitar 94 persen lebih tinggi dibanding lembaga lainnya," katanya.

Kepercayaan masyarakat kepada TNI tersebut, katanya, jangan sampai dirusak oleh tindakan oknum yang dapat menyakiti hati rakyat.

Ia mengatakan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap TNI bukan karena pejabat atau perwira dari Jakarta, tetapi mayoritas karena prajurit yang langsung bersinggungan dengan masyarakat.

Bahkan, ujarnya, hal tersebut tidak dapat dicapai tanpa kesadaran dan disiplin yang tinggi para prajurit dalam melaksanakan fungsi teritorial.

Pada kesempatan itu, ia juga mengatakan tentang tema HUT Ke-72 TNI di mana TNI kuat karena bersama rakyat.

Hal tersebut, katanya, harus dijiwai oleh setiap prajurit TNI agar tidak sekadar menjadi slogan.

"Intinya kekuatan TNI ditakuti oleh negara lain, harus disadari kemanunggalan TNI dengan rakyat, bukan senjata atau alutsista," katanya. 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar