Organda: Angkutan Daring Jangan Beroperasi Terlebih Dahulu

id demo sopir taksi,dialog dengan kadinhub,purwokerto

Organda: Angkutan Daring Jangan Beroperasi Terlebih Dahulu

Perwakilan sopir taksi berdialog dengan Kadinhub Banyumas Sugeng Hardoyo (kanan) saat berunjuk rasa untuk memrotes keberadaan angkutan berbasis aplikasi daring di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (20/9/2017). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Sumarwoto)

Purwokerto, ANTARA JATENG - Organisasi Pengusaha Angkutan Darat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meminta pengelola angkutan daring untuk tidak beroperasi terlebih dahulu, kata Sekretaris Organda setempat Is Heru Permana.

"Permenhub (Peraturan Menteri Perhubungan) Nomor 26 Tahun 2017 sudah dikeluarkan meskipun ada 14 pasal yang dianulir oleh Mahkamah Agung," katanya di sela aksi protes ratusan sopir taksi terhadap keberadaan angkutan berbasis daring di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu siang.

Menurut dia, beberapa pasal yang dianulir MA di antaranya angkutan umum harus berpelat nomor polisi warna kuning dan kendaraannya harus mengikuti pengujian berkala (kir).

Ia mengatakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, taksi dan angkutan umum lainnya harus menggunakan pelat nomor polisi warna kuning. Sementara Permenhub Nomor 26 Tahun 2017 berlaku efektif mulai tanggal 1 November 2017.

"Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Banyumas telah mempersilakan penyelenggara angkutan berbasis aplikasi daring untuk berkoordinasi dengan taksi yang telah ada," katanya.

Heru mengatakan Organda telah berusaha menjembatani penyelenggara angkutan berbasis aplikasi daring dengan koperasi taksi yang ada di Banyumas tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya.

Oleh karena itu, dia mengimbau angkutan berbasis aplikasi daring untuk tidak beroperasi dulu di wilayah Banyumas.

Ratusan sopir taksi dari Koperasi Banyumas Taksi dan Koperasi Kondang Prima menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap keberadaan angkutan berbasis aplikasi daring di Banyumas.

Dalam aksi tersebut, mereka memarkirkan armada taksi di sepanjang Jalan Kabupaten dan Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (20/9) siang, yang dilanjutkan jalan kaki menuju sebuah ruko di Jalan Kombas yang dijadikan sebagai kantor perwakilan "Go-Jek" dan "Go-Car".
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar