Operasi Zebra, Polres Banyumas Mengeluarkan 4.000 Surat Tilang

id komunitas hijabers,operasi zebra

Salah seorang anggota komunitas hijabers memberikan bingkisan kepada pengendara sepeda motor yang dinilai tertib berlalu lintas saat pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2017 yang digelar Satuan Polisi Lalu Lintas Kepolisian Resor Banyumas di Jalan Prof.

Purwokerto, ANTARA JATENG - Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah, hingga hari ke-13 pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2017 telah mengeluarkan sekitar 4.000 surat tilang, kata Kepala Satuan Lalu Lintas setempat Ajun Komisaris Polisi Dwi Nugroho.

"Kalau sampai hari ke-14 atau hari terakhir, kami belum mengakumulasikan karena masih akan berlangsung hingga pukul 24.00 WIB," katanya di sela-sela Operasi Zebra Candi 2017 yang digelar di Jalan Prof. Dr. Soeharso, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa siang.

Ia mengatakan secara keseluruhan, pihaknya telah memberikan surat tilang maupun teguran kepada lebih dari 40.000 pelanggar.

Akan tetapi khusus tilang, kata dia, pihaknya menargetkan rata-rata sebanyak 400 surat tilang per hari dan hingga hari ke-13 pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2017 telah lebih dari 4.000 surat tilang yang dikeluarkan.

Selama berlangsungnya Operasi Zebra Candi 2017, lanjut dia, pelanggaran paling banyak berupa helm, surat izin mengemudi (SIM), dan kelengkapan lainnya sedangkan pelanggarnya didominasi kalangan pekerja disusul pelajar.

Menurut dia, kegiatan operasi lebih banyak digelar pada jam-jam pulang kerja sehingga menyebabkan kalangan pekerja yang paling banyak terjaring.

"Kalau jam-jam kerja, kami juga konsisten dengan masing-masing bidang tugas. Namun demikian untuk mengimbangi ketika jam-jam tersebut sudah dilalui, kami mengadakan kegiatan razia," katanya.

Kendati telah banyak mengeluarkan surat tilang maupun memberikan teguran, dia mengharapkan hingga berakhirnya pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2017 di Banyumas, tidak ada kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban meninggal dunia maupun luka berat.

Dalam hal ini, sejak hari pertama hingga hari ke-13 pelaksanaan operasi, tidak ada kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban meninggal dunia maupun luka berat.

Ia mengatakan target utama dari pelaksanaan Operasi Zebra adalah menurunkan angka kecelakaan sehingga masyarakat pengguna jalan diharapkan lebih tertib dalam berkendara.

Terkait dengan kegiatan pada hari terakhir pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2017, Kasatlantas mengatakan pihaknya melibatkan kaum perempuan dari berbagai organisasi dan komunitas seperti Bhayangkari, finalis Mbekayu Banyumas, klub mobil, dan komunitas hijabers serta dibantu karyawati Bank Rakyat Indonesia.

"Secara psikologis, pelanggar itu paling banyak kaum pria sehingga kalau yang melakukan penindakan adalah perempuan bisa lebih lembut, diterima, dan dapat menyentuh hati. Mudah-mudahan imbauan tersebut dapat diterima dengan baik," katanya.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, sejumlah pengendara sepeda motor yang mengenakan helm, kendaraannya sesuai dengan standar, dan surat-suratnya lengkap, mendapat bunga dari kaum perempuan anggota komunitas hijabers, klub mobil, maupun Bhayangkari.

Bahkan, beberapa pengendara di antaranya mendapat bingkisan, antara lain berupa minyak goreng dan mukena.

Salah seorang pengendara sepeda motor yang mendapat bingkisan, Fahri mengapresiasi pelaksanaan Operasi Zebra karena ditujukan agar masyarakat lebih tertib dalam berkendara.

"Kalau saya pribadi, kendaraan memang harus yang sesuai dengan standar," katanya.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar