Omzet Pasar Papringan Terus Meningkat

id pasar papringan

Omzet Pasar Papringan Terus Meningkat

sejumlah pedagang menggelar dagangan berupa berbagai jajanan tradisional pada pembukaan pasar papringan di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. (Foto: ANTARA JATENG.COM/Heru Suyitno)

Temanggung, ANTARA JATENG - Omzet penjualan para pedagang Pasar Papringan di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, cenderung meningkat setiap beroperasi.

Ketua Komunitas Mata Air, Imam Abdul Rofik selaku pengelola Pasar Papringan di Temanggung, Selasa, mengatakan pada awal beroparasi omzet penjualan berkisar Rp35 juta dan kini mencapai Rp70 juta hingga Rp80 juta setiap kali beroperasi.

"Omzet ini khusus yang didapat dari hasil jual beli produk yang ada di Pasar Papringan, belum termasuk pendapatan parkir dan lainnya," katanya.

Pasar yang selenggarakan di kawasan kebun bambu dengan jumlah pedagang sekitar 80 orang ini buka setiap Minggu Wage dan Minggu Pon pukul 06.00-12.00 WIB.

Pasar yang berlokasi di lahan milik warga ini menjual berbagai makanan tradisional yang alami tanpa menggunakan zat pengawet.

Imam menuturkan jumlah pengunjung mencapai ribuan orang dan kalau ingin mendapatkan makanan tradisional yang lengkap harus datang pagi-pagi.

"Memang kami buka sampai pukul 12.00 WIB, tetapi pukul 10.00 atau 11.00 WIB biasanya beberapa jenis makanan yang dijual sudah habis, maka pengunjung harus datang lebih awal," katanya.

Ia mengatakan guna mengantisipasi pengunjung yang datang agak siang, pihaknya meminta para pedagang untuk menambah stok makanan yang dijual.

Ia menyampaikan guna lebih menarik pengunjung, Pasar Papringan kini dilengkapi dengan teman bermain untuk anak-anak.

"Taman bermain Ngadiprono merupakan sebuah taman bermain berkonsep alam dan mengusung permainan-permainan tradisional," katanya.

Menurut dia dibangunnya taman bermain ini selain bertujuan untuk konservasi kebun bambu juga sebagai ruang bagi masyarakat, khususnya anak-anak untuk berkreasi dan melestarikan permainan tradisional yang saat ini mulai punah.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar