Observatorium Nasional di Timau Dibangun , karena Obsertarium di Lembang Kurang Layak

Pewarta : id observatorioum nasional di timau dibangun, karena observatorium di lembang kurang layak

Arsip Foto. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin (kanan) berdiskusi dengan Sekretaris Utama LAPAN dalam Forum Regional Lembaga Antariksa se-Asia-Pasifik (APRSAF) di Kuta, Bali. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana )

Jakarta, ANTARA JATENG - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung, Universitas Nusa Cendana, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Pemerintah Kabupaten Kupang akan membangun Observatorium Nasional (Obnas) di Gunung Timau, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Observatorium Nasional di Timau ini dibangun karena observatorium di Boscha, Lembang, sudah kurang layak untuk penelitian astronomi, karena di sana sudah banyak polusi cahaya," kata Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin di kantor LAPAN, Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan sebelumnya tim ITB telah melakukan penelitian dan memutuskan Gunung Timau sebagai tempat yang tepat untuk membangun observatorium nasional.

Gunung Timau dipilih sebagai lokasi observatorium antara lain karena daerah itu ada di wilayah NTT musim keringnya panjang sehingga ideal untuk pengamatan astronomi, lokasinya masih jauh dari perkotaan sehingga polusi cahayanya masih minim.

Observatorium yang dibangun di area seluas 30,25 hektare di Timau itu diperkirakan menjadi observatorium terbesar di Asia Tenggara.

Observatorium yang akan menggunakan lensa 3,8 meter itu ditargetkan sudah bisa digunakan pada 2020.

Selain membangun observatorium, LAPAN akan membangun pusat sains di Kabupaten Kupang.

Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar