Minapadi Dukung Pengembangan Desa Wisata Soropadan

id minapadi

Minapadi Dukung Pengembangan Desa Wisata Soropadan

Ilustrasi - Petani mengamati lahan pertanian minapadi miliknya. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Temanggung, ANTARA JATENG - Program budi daya ikan dengan sistem minapadi di Desa Soropadan, Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mendukung pengembangan desa wisata tani, kata Ketua Gapoktan Migunani Desa Soropadan, Kusnindar.

"Program minapadi dari Dirjen Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan seluas 50 hektare di Soropadan ini akan menambah daya tarik tersendiri sebagai desa wisata tani," katanya di Temanggung, Kamis.

Ia mengatakan para pengunjung selain dapat menikmati hamparan tanaman padi yang luas, juga dapat menyaksikan pengembangan ikan di sawah.

Ia menuturkan jika nanti sudah memasuki masa panen, pengunjung juga bisa membeli ikan segar di tempat itu.

"Hasil panen ikan dari sistem mina pani di luas lahan 50 hektare, diprediksi mencapai ratusan ton dan rencananya kami akan mendirikan pasar ikan di lahan sawah ini," katanya.

Ia mengatakan pasar ikan tidak akan dibuka setiap hari, mungkin pada Sabtu atau Minggu saja, saat banyak masyarakat yang libur.

Untuk pengembangan minapadi tersebut, pihaknya harus meyakinkan para petani, terutama mereka yang belum pernah mencoba minapadi karena khawatir panen padinya berkurang.

"Program minapadi ini tidak akan mengurangi ketahanan pangan meskipun sebagian lahan sawah harus dibuat 'curen' yang tidak boleh ditanami padi sebagai tempat penggembalaan ikan," katanya.

Ia mengatakan untuk menyiasati kondisi tersebut maka cara menanam padi dengan sistem jajar legowo, yakni memperbanyak tanaman tepi.

"Memperbanyak tanaman tepi sehingga rumpunnya tidak berkurang meskipun sebagian lahan dibuat 'curen' dan saya yakin hasil padi tidak berkurang, bahkan ada tambahan penghasilan dari panen ikan," katanya.

Ia menuturkan dalam program minapadi, yang dibudidayakan ikan nila, karena pemasarannya lebih mudah.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar