Legislator Ajak Masyarakat Ubah Pandangan Soal Sampah

id Legislator, AJAK, Ubah, Sampah

Legislator Ajak Masyarakat Ubah Pandangan Soal Sampah

Anggota Komisi VII DPR Daryatmo Mardiyanto menyerahkan motor bak sampah secara simbolis kepada kelompok masyarakat di Desa Sengon Bugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Selasa (12/12/2017). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Akhmad Nazaruddin L)

Jepara, ANTARA JATENG - Anggota DPR RI mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir soal sampah yang selama ini dianggap sebagai permasalahan, menjadi sesuatu yang bermanfaat, kata Anggota Komisi VII DPR Daryatmo Mardiyanto.

"Jika pola pikir tentang sampah bisa diubah, kami yakin permasalahan sampah bisa tertangani dengan baik," ujarnya saat sosialisasi pengembangan infrastruktur hijau hasil kerja sama antara Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dengan Komisi VII DPR RI di Desa Sengon Bugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Selasa.

Hal terpenting, kata dia, kesiapan masyarakat memaknai sampah dengan cara pandang positif dan kesanggupan mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Menurut Daryatmo, masyarakat selama ini masih mengidentikkan sampah dan limbah sebagai masalah.

Padahal, lanjut dia, ketika dikelola dengan benar, sampah dan limbah baik dari rumah tangga maupun industri bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai.

Di antaranya, mulai dari sumber daya energi alternatif seperti biogas, sumber bahan baku industri, pupuk organik, industri kreatif lainnya dari bahan daur ulang dan lain sebagainya.

"Misalkan, potensi plastik bekas yang kerap dibuang secara sembarangan oleh masyarakat. Jika sampah plastik tersebut dikelola dengan baik dan serius, maka Indonesia memungkinkan tidak perlu mengimpor dan dapat mendorong tumbuhnya daur ulang biji plastik," ujar politisi PDIP asal Daerah Pemilihan II Jateng tersebut.

Ia optimistis, program kemitraan dengan Kementrian Lingkungan Hidup Kehutanan bisa efektif untuk mengurai persoalan sampah dan limbah.

Selain itu, lanjut dia, program infrastruktur hijau atau infrastruktur yang ramah lingkungan juga untuk menggenjot perekonomian masyarakat, khususnya dari sektor limbah dan sampah.

Beberapa daerah yang disasar program tersebut, yakni Kabupaten Jepara, Demak dan Kudus, Provinsi Jateng.

Karena itu, sosialisasi pengembangan infrastruktur hijau ditingkatkan.

Salah satunya seperti yang digelar di Taman Kopi, Desa Sengon Bugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Pada kesempatan tersebut, diserahkan 16 motor bak sampah untuk kelompok masyarakat di tiga kabupaten yang peduli dengan persoalan sampah.

Rinciannya, delapan kelompok masyarakat peduli lingkungan di Kabupaten Jepara, lima kelompok asal Kabupaten Demak dan tiga kelompok dari Kabupaten Kudus.

Ia menegaskan, bantuan motor bak sampah tersebut hanya sarana, karena yang terpenting kesiapan masyarakat untuk mengubah pola pikir terkait sampah dengan cara pandang positif.

Bank

Ia berharap, setelah mendapatkan bantuan motor bak sampah ini diteruskan dengan pembentukan bank sampah di berbagai elemen masyarakat.

"Kami akan terus memfasilitasi masyarakat terkait pengelolaan sampah. Prinsipnya bagaimana agar sampah bisa memiliki nilai tambah," ujarnya.

Terkait program kemitraan tersebut, kata dia, dianggap sebagai bagian dari kebijakan dan strategi nasional dalam pengelolaan sampah menuju Indonesia bersih 2020.

Apalagi, kata dia, saat ini sudah berdiri ribuan bank sampah yang tersebar di berbagai kabupaten atau kota di Indonesia seperti Malang, Surabaya, Bantul, Jepara, Ambon, Sumatera Selatan dan lain sebagainya.

Sementara sampah yang bisa terkelola diperkirakan mencapai jutaan kilogram per bulan, sedangkan omzet dari ribuan bank sampah itu mencapai puluhan miliar setiap bulannya.

"Kami menganggap, bank sampah merupakan simbol ekonomi kerakyatan," ujarnya.

Hasil dari bank sampah tersebut, kata dia, bisa digunakan untuk membayar tagihan rekening listrik maupun PDAM. ***3***

(U.KR-AN/B/S023/S023) 12-12-2017 19:16:52
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar