Kasus Narkoba di Solo Naik Tajam

id Kasus Narkoba, Solo, Naik Tajam

Kasus Narkoba di Solo Naik Tajam

Kepala Polresta Surakarta AKPB Ribut Hari WEibowo (tengah) didamipingi Kasat Narkoba Kompol Edi Sulistiyanto menunjukan barang bukti narkoba dalam gelar kasus di Mapolres Surakarta, Kamis. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Bambang Dwi Marwoto)

Solo, ANTARA JATENG - Jumlah kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polresta Surakarta pada 2017 (hingga November) naik tajam dibandingkan dengan kasus serupa pada 2016, yang juga ditunjukkan oleh kenaikan jumlah kasus dan tersangka.

Kepala Satuan Narkoba Polresta Surakarta Kompol Edi Sulistiyanto, di Solo, Jumat, mengatakan dari sebanyak 146 kasus narkoba yang berhasil diungkap (hingga November), polisi menangkap 65 tersangka pengguna maupun pengedar atau kurir di Solo.

Sementara, menurut Edi, pada 2016 polisi mengungkap sebanyak 133 kasus dengan 159 tersangka, baik untuk pengguna maupun pengedar atau kurir di wilayah hukumnya.

"Kami pada tahun ini masih ada waktu hingga akhir Desember, dan diperkirakan dapat bertambah lagi baik kasus maupun jumlah terangkanya," tutur Edi Sulistiyanto.

Menurut Edi pihaknya yang berhasil mengungkap banyak kasus narkoba tersebut ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, antara lain gencarnya Satuan Narkoba Polres setempat yang tidak henti-hentinya terus meningkatkan pemberantasan beredaran barang haram itu.

"Solo diduga merupakan salah satu daerah tujuan untuk pemasaran narkoba oleh para bandar, sehingga dikhawatirkan peredarannya juga makin meningkat," ucap Edi.

Menurut dia, Kota Solo merupakan nomor dua yang tertinggi dalam mengungkap kasus narkoba di Jawa Tengah setelah Semarang pada tahun ini.

Oleh karena itu, pihak kepolisian selain gencar dalam melakukan pemberantasan peredaran narkoba, juga sosialisasi, baik kepada masyarakat, kelompok pelajar, mahasiswa maupun kelompok elemen organisasi lainnya.

Kepala Polres Kota Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo soal kasus narkoba bukan hanya tugas kepolisian saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama baik para orangtua, pendidik, organisasi masyarakat dan apara keamanan lainnya.

Polisi selain meningkatkan pemberantasan penyakahgunaan narkoba, juga melakukan sosialisasi baik di tingkat mulai dari pelajar, mahasiswa, dan kelompok di ligkungan masyarakat, sehingga mereka sadar bahayanya dampat dari barang haram tersebut bagi kesehatan. Narkoba dapat merusak masa depan terutama generasi muda penerus bangsa.

"Narkoba merupakan tugas bersama dan polisi hanya penegakan hukumnya serta pencegahan melalui kegiatan baik sosialisasi maupun ceramah/ Mulai keluarga, sekolah dan lainnya harus ikut peduli karena peredaran narkoa sukup besar di kota ini," imbuh Kapolresta.

Oleh karena itu, Kapolres menjelaskan pihaknya segera membentuk Badan Narkotika Kota Surakarta untuk memaksimalkan pemberantasan jaringan penyalahgunaan narkoba di Solo. Polisi sudah mengajukan nama-nama yang akan menjadi pengurus untuk mengoperasikan BNK di kota Ini.

"Kami tetap komitmen ingin Solo `zero` dari peredaran narkoba," demikian Ribut Hari Wibowo.


Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar