KAI: Jalur Rel Lintas Selatan Aman Dilewati

id penanganan longsor,lintas selatan

KAI: Jalur Rel Lintas Selatan Aman Dilewati

Sebuah kereta "backhoe" mengeruk material longsoran yang menimbun jalur rel lintas selatan petak jalan Cipeundeuy-Bumiwaluya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (23/11/2017). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Dok. PT KAI)

Purwokerto, ANTARA JATENG - Jalur rel lintas selatan Jawa khususnya petak jalan Bumiwaluya-Cipeundeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat telah dinyatakan aman untuk dilewati kereta api, kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko.

"Berdasarkan informasi dari PT KAI Daop 2 Bandung, petak jalan Bumiwaluya-Cipeundeuy yang sempat tertutup longsor, dinyatakan aman untuk dilewati KA pada pukul 02.35 WIB," katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat.

Kendati demikian, dia mengatakan kecepatan kereta api saat melintasi petak jalan Bumiwaluya-Cipeundeuy khususnya Km 230+8 hingga Km 234+5 dibatasi maksimal 5 kilometer per jam.

Menurut dia, kereta api pertama yang lewat di ruas Km 230+8 hingga Km 234+5 adalah KA 92 Malabar relasi Bandung-Malang pada pukul 03.23 WIB.

"KA 92 Malabar yang tertahan di Stasiun Warungbandrek tercatat mengalami kelambatan selama 563 menit," katanya.

Terkait dengan kelambatan tersebut, Ixfan mengatakan PT KAI (Persero) memberikan layanan pemulihan (service recovery) untuk kompensasi penumpang.

Menurut dia, layanan pemulihan juga diberikan kepada penumpang KA-KA lain yang mengalami kelambatan lebih dari tiga jam.

Berdasarkan pantauan Pusat Pengendali Perjalanan Kereta Api PT KAI (Persero) pada hari Jumat (24/11), pukul 02.35 WIB, selain KA 92 Malabar, tercatat enam kereta api lintas selatan dari arah barat yang mengalami kelambatan, yakni KA 112 Mutiara Selatan relasi Bandung-Surabayagubeng-Malang yang tertahan di Stasiun Cibatu lambat 494 menit.

Selain itu, KA 182 Kahuripan relasi Kiaracondong-Blitar tertahan di Stasiun Karangsari lambat 435 menit, KA 82 Lodaya relasi Bandung-Solobalapan di Stasiun Leles lambat 353 menit, KA 50 Turangga relasi Bandung-Surabayagubeng di Stasiun Nagreg lambat 346 menit, KA 204 Kutojaya Selatan relasi Kiaracondong-Kutoarjo di Stasiun Cicalengka lambat 314 menit, dan KA 220 Serayu relasi Pasarsenen-Kiaracondong-Kroya-Purwokerto di Stasiun Rancaekek lambat 101 menit.

Sementara empat kereta api dari arah timur yang mengalami kelambatan, yakni KA 179 Pasundan relasi Surabayagubeng-Kiaracondong tertahan di Stasiun Cipeundeuy lambat 315 menit, KA 219 Serayu relasi Purwokerto-Kroya-Kiaracondong-Pasarsenen di Stasiun Ciawi lambat 280 menit, KA 181 Kahuripan relasi Blitar-Kiaracondong di Stasiun Tasikmalaya lambat 148 menit, dan KA 81 Lodaya relasi Solobalapan-Bandung di Stasiun Ciamis lambat 102 menit.

Longsor yang menutup jalur rel kereta api lintas selatan terjadi pada Rabu (22/11) malam di petak jalan Cipeundeuy-Bumiwaluya, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Beberapa titik longsor di petak jalan Cipeundeuy-Bumiwaluya, yakni km 234+8 terdapat longsoran kecil di pinggir jalur menutupi kawat sinyal namun tidak menghalangi jalur KA, di km 234+3/4? terdapat longsoran kecil, di km 233+7/8 terdapat longsoran menutupi jalur, di km 233+0/1 petak terdapat longsoran menutupi jalur kurang lebih 10 meter, di km 231 petak terdapat longsoran menutupi jalur kurang lebih 40 meter, dan km 234+0/9 terdapat longsoran.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah perjalanan kereta api lintas selatan sejak Rabu (22/11) malam hingga Kamis (23/11) siang dialihkan melalui jalur rel lintas utara dengan rute Kroya-Purwokerto-Cirebon-Cikampek-Bandung dan sebaliknya.

"Kami atas nama manajemen PT KAI (Persero) menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang berdampak terhadap pelayanan pelanggan tersebut. Kami akan terus berupaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan kereta api," kata Ixfan. 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar