Jelang Natal, Polisi dan Dinas Perdagangan Pantau Harga Kebutuhan Pokok

id Pantau Harga kepokmas

Jelang Natal,  Polisi dan Dinas Perdagangan Pantau Harga Kebutuhan Pokok

KUDUS - Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Kurniawan Daeli (pakaian batik) dan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti (pakaian putih) tengah memantau harga jual beras di salah satu kios pedagang di Pasar Bitingan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (15/12). (foto: Antarajateng.com/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus, ANTARA JATENG - Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, bersama Dinas Perdagangan setempat melakukan pemantauan harga jual sejumlah kebutuhan pokok masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru, untuk memastikan apakah kenaikan harga jual masih batas normal atau tidak, Jumat.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Kurniawan Daeli di Kudus, Jumat, dalam rangka memantau harga kepokmas, Polres Kudus telah membentuk Tim Satgas Pangan.

Tim Satgas Pangan tersebut, katanya, setiap hari akan melakukan pemantauan harga kepokmas di pasar tradisional.

Apabila ditemukan upaya penimbunan kepokmas, kata dia, Tim Satgas Pangan tidak segan untuk menindak.

Pasalnya, kata dia, tindakan mereka bisa memicu terjadinya kenaikan harga jual komoditas yang diduga ditimbun dengan harapan akan terjadi kelangkaan stok.

Oleh karena itu, dia berharap, dukungan masyarakat untuk melaporkan ketika ada dugaan penimbunan kebutuhan pokok masyarakat.

"Jika dalam penyelidikannya ternyata ada tindakan yang mengarah pelanggaran pidana, tentunya bisa dijerat dengan Undang-Undang Perdagangan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, pantauan harga di pasar ini dalam rangka memantau secara langsung harga yang mengalami kenaikan menjelang akhir tahun.

Pasalnya, kata dia, setiap menjelang Natal sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

"Biasanya, setiap akhir tahun atau menjelang Natal terjadi kenaikan harga beberapa komoditas," ujarnya.

Terkait beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti komoditas beras maupun sayur mayur, katanya, masih dalam batas wajar.

Ia memperkirakan, harga sejumlah komoditas tersebut tidak akan bergejolak, karena stok kebutuhan pokok masyarakat masih tersedia aman.

Kenaikan harga jual kepokmas, lanjut dia, hanya saat Natal dan Tahun Baru, setelahnya harga akan kembali normal.

Zahroh, salah seorang pedagang mengungkapkan, harga beras jenis wangi untuk eceran mencapai Rp11.500 per kilogram.

Untuk beras jenis SS kualitas terbaik, kata dia, awalnya dijual Rp10.000/kg, kini naik menjadi Rp10.500/kg, sedangkan kualitas biasanya hanya dijual Rp10.000/kg dari harga jual sebelumnya Rp9.500/kg.

Sementara kenaikan pada komoditas sayur mayur, kata Jumiah penjual sayur di Pasar Bitingan, kenaikan terjadi pada komoditas brokoli, seledri, tomat, cabai, dan bawang.

Untuk brokoli, kata dia, semula dijual Rp20.000/kg, kini naik menjadi Rp30.000, seledri naik Rp20.000 menjadi Rp30.000/kg, sedangkan tomat yang semula dijual Rp9.000 kini naik menjadi Rp15.000/kg.

Komoditas lainnya, yakni cabai besar yang semula dijual Rp35.000/kg, kini naik menjadi Rp45.000/kg, dan cabai kriting dijual Rp27.0000 atau naik Rp2.000.

Komoditas bawang merah yang sebelumnya sempat turun, kini naik Rp3.000 menjadi Rp18.000/kg dan bawang putih yang semula dijual Rp20.000/kg, naik menjadi Rp22.000/kg.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar