Jelang Akhir Tahun, Undip Tambah 8 Profesor

id Undip

Jelang Akhir Tahun, Undip Tambah 8 Profesor

Universitas Diponegoro (Undip) (id.wikipedia.org)

Semarang, ANTARA JATENG - Universitas Diponegoro Semarang menambah delapan guru besar di enam fakultas yang dimilikinya menjelang akhir tahun ini sehingga saat ini ada 113 guru besar aktif.

"Guru besar merupakan capaian akademik tertinggi dalam dunia pendidikan," kata Rektor Undip Prof Yos Johan Utama usai pengukuhan dua guru besar Undip, di Semarang, Kamis.

Enam fakultas yang dimaksud adalah Fakultas Kedokteran, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta FISIP Undip.

Dari delapan guru besar baru, ada dua guru besar yang dikukuhkan Kamis ini, yakni Prof. dr. Muhammad Sholeh Kosim dari Fakultas Kedokteran dan Prof Widiyanto dari Fakultas Peternakan dan Pertanian.

Meski merupakan capaian tertinggi dalam dunia akademik, Guru Besar Fakultas Hukum Undip itu mengingatkan capaian profesor sebenarnya adalah kemampuan mencetak karya baik untuk kemaslahatan manusia.

Ia berharap guru besar tidak sekadar capaian keilmuan, tetapi di dalamnya ada kematangan jiwa dan integritas sebagai pendidik maupun manusia yang memiliki kepedulian, keberanian, dan kejujuran.

"Sudah sepatutnya seorang guru ebsar memiliki dan memupuk jiwa kepedulian kepada umat manusia, keberanian dalam menegakkan kebenaran yang dilandasi kejujuran dan integritas," tegasnya.

Sementara itu, Prof. dr. Sholeh Kosim memaparkan mengenai kajian tentang "Neonatologi Pada Era Kedokteran Digital Agar Bayi Dapat Bertahan Secara Utuh" sebagai pidato pengukuhannya.

Neonatologi, dijelaskannya, merupakan cabang dari ilmu kesehatan anak yang mempelajari bayi, mulai proses pembuahan, sampai umur 28 hari yang terbagi dalam dua disiplin ilmu, yakni ilmu kesehatan anak serta ilmu kebidanan dan penyakit kandungan.

"Setidaknya ada tiga penyebab kematian bayi baru lahir, yakni asfiksia neonatorum atau kegagalan bernafas secara teratur beberapa saat setelah lahir, bayi berat lahir rendah kurang dari 2.500 gram (kurang bulan), dan infeksi neonatal," katanya.

Ia mengatakan bayi yang normal harus diupayakan bertahan secara utuh (intact survival), yakni dimulai sejak sebelum reproduksi, serta bebas dari gejala sisa susunan syaraf pusat dan dapat bertumbuh kembang secara optimal.

Dengan kemajuan teknologi digital, kata dia, bisa membantu meningkatkan upaya agar bayi dapat bertahan secara utuh, misalnya dengan menciptakan fitur baru pada telepon genggan untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan efisien.

Guru besar kedua, yakni Prof Widiyanto menyampaikan pidato pengukuhan berjudul "Suplementasi Asam Lemak Tidak Jenuh Ganda Terproteksi Untuk Meningkatkan Produksi dan Kualitas Daging Ruminansia Kecil".

Menurut dia, program swasembada daging sapi (PSDS) sudah tiga kali dicanangkan pemerintah, yakni pada 2008, 2009, dan 2011, tetapi hasilnya belum memuaskan, seperti masih adanya impor daging.

"Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini, yakni diversifikasi konsumsi daging nasional dengan meningkatkan konsumsi daging yang pangsa konsumsinya masih rendah," katanya.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar