Jateng Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Pewarta : id Sri Puryono

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sri Puryono (kiri) ( ANTARA Foto/R. Rekotomo)

Semarang, ANTARA JATENG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

"Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang kami lakukan antara lain, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, pencegahan kanker serviks, penanganan penyakit menular maupun tidak menular," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono di Semarang, Senin.

Ia menyebutkan beberapa prestasi kemajuan telah diraih Dinas Kesehatan Provinsi Jateng antara lain, angka kematian ibu melahirkan yang pada 2016 tercatat sekitar 600 kasus, dan pada 2017 sampai November turun menjadi sekitar 390 kasus.

Selain itu, bermacam penyakit menular juga mengalami penurunan luar biasa, salah satunya penyakit malaria.

Pada 2016 wilayah endemik penyakit yang disebarkan melalui vektor perantara nyamuk Anopheles tersebar di 12 daerah dari 35 kabupaten/kota di Jateng, namun atas berbagai upaya yang dilakukan, pada 2017 berkurang menjadi 5 daerah endemik malaria.

"Dari 35 kabupaten/kota di Jateng, tahun ini hanya 5 daerah endemis malaria, yaitu Purworejo, Banjarnegara, Wonosobo, Banyumas, dan Purbalingga. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama," ujarnya terkait dengan Peringatan Ke-53 Hari Kesehatan Nasional.

Pemprov Jateng juga menggiatkan tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) guna mendeteksi dini penyakit kanker serviks atau kanker mulut rahim, bahkan seluruh perempuan aparatur sipil negara yang telah menikah dan bertugas di lingkungan pemprov diminta melakukan tes IVA.

"Semua ini adalah upaya menuju Indonesia sehat karena sehat itu sangat penting. Saya harapkan kita bersama-sama berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mencerdaskan bangsa, serta menyejahterakan rakyat," katanya.

Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar