Jalan Gerilya-Soedirman Purwokerto Mulai Dibangun

id jalan gerilya soedirman, bupati banyumas

Jalan Gerilya-Soedirman Purwokerto Mulai Dibangun

Bupati Banyumas Achmad Husein mengoperasikan alat berat untuk merobohkan bangunan yang menandai dimulainya pembangunan jalan tembus yang menghubungkan Jalan Gerilya dan Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto, Kamis (12/10/2017). (Foto: ANTARAJATENG.COM

Purwokerto, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mulai membangun jalan tembus yang akan menghubungkan Jalan Gerilya dan Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto, sepanjang 2,1 kilometer.

Pembangunan jalan tembus itu ditandai dengan perobohan bangunan di sisi utara Jalan Gerilya sebelah barat Perumahan Tanjung Elok, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, oleh Bupati Banyumas Achmad Husein menggunakan alat berat, Kamis.

Bangunan tersebut dirobohkan karena akan menjadi titik masuk jalan tembus dari arah selatan atau Jalan Gerilya.

Saat memberi sambutan, Bupati Banyumas Achmad Husein menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah mengikhlaskan lahannya untuk pembangunan jalan tembus Jalan Gerilya-Jalan Soedirman.

Ia mengakui jika rencana pembangunan jalan tembus itu menemui banyak hambatan.

"Walaupun begitu banyak masalah dan tantangan yang harus dihadapi, alhamdulillah sekali pun memakan waktu lima tahun prosesnya, tetapi dengan semangat dan tekad yang kuat maka proyek ini bisa dilaksanakan hari ini," katanya.

Saat menyampaikan laporan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas Irawadi mengatakan berdasarkan kajian Dinas Perhubungan, arus kendaraan yang melintas di Jalan Jenderal Soedirman dan Jalan Gerilya sudah relatif padat.

Ia menjelaskan bahwa hal itu yang mendasari pembangunan jalan tembus untuk memecah kepadatan arus lalu lintas di ruas jalan tersebut.

"Pembangunan jalan tembus Gerilya-Soedirman melalui proses yang cukup panjang, diawali dengan proses pembebasan tanah yang diikuti dengan pelaksanaan konstruksi," katanya.

Ia mengatakan lahan yang diperlukan untuk pembangunan jalan tembus Jalan Gerilya-Jalan Soedirman mencapai 6,12 hektare terdiri atas tanah milik Pemkab Banyumas sekitar 4,68 hektare dan tanah milik masyarakat sekitar 1,44 hektare.

Ia mengatakan pembebasan lahan untuk keperluan pembangunan jalan tembus tersebut dilaksanakan dua tahap.

"Pembebasan tahap pertama menghabiskan anggaran sekitar Rp20,1 miliar untuk sekitar 17 bidang tanah dengan luas sekitar 3,204 hektare. Sementara pembebasan tahap kedua yang sedang dilakukan saat ini meliputi 11 bidang terdiri atas 1,47 hektare tanah Pemkab Banyumas dan 0,61 hektare tanah milik masyarakat," katanya.

Ia mengatakan pembangunan jalan dilaksanakan secara bertahap dan tahap pertama pada 2017 berupa pematangan lahan dengan nilai kontrak sekitar Rp3,9 miliar dan waktu pelaksanaan selama 70 hari kalender.

Dia menjelaskan lingkup pekerjaan pada tahap pertama meliputi persiapan, pembuatan badan jalan sepanjang 800 meter dan lebar 26 meter.

"Sedangkan tahap selanjutnya, Insya Allah akan dilanjutkan pada Tahun 2018 dan tahun-tahun berikutnya karena total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp60 miliar. Ini akan digunakan untuk pembuatan badan jalan, perkerasan badan jalan, pembuatan jembatan layang, dan pekerjaan `hotmix`," katanya.

Dia mengharapkan jembatan layang dapat menjadi ikon kota Purwokerto.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar