Inilah Tim-tim Tangguh Gagal Lolos ke Putaran Final Piala Dunia

id tim tim tangguh gagal lolos ,putaran final piala dunia

Inilah Tim-tim Tangguh Gagal Lolos ke Putaran Final Piala Dunia

Zabikava, maskot Piala Dunia 2018 di Rusia. (fifa.com)

Jakarta, ANTARA JATENG - Argentina, Belanda, Chile dan Ghana sedang berjuang sangat keras agar jangan sampai tidak lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.  Padahal empat negara ini adalah tim-tim hebat dalam sepak bola dunia.

Apakah mereka bisa lolos atau harus mengalami nasib yang sama yang dialami tim-tim kuat dalam sejarah sepak bola dunia yang akhirnya terpaksa menjadi penonton turnamen olah raga paling akbar sejagat ini.

Dan inilah tim-tim tangguh yang gagal lolos ke Piala Dunia dari masa ke masa, dikutip dari laman Sport Illustrated.

Skotlandia, 1950
Kalah pada pertandingan terakhir kualifikasi melawan Inggris, Skotlandia harus puas pada urutan dua klasemen grup sehingga tak bisa pergi ke Piala Dunia Brasil tahun ini. Padahal ini menyandang predikat tim tangguh.

Italia, 1958
Setelah Piala Dunia 1930, Itali selalu masuk putaran final, tapi perjalanannya ke Swedia pada 1958 dijegal oleh Irlandia Utara yang mengalahkannya 2-1 pada pertandingan terakhir mereka.

Yugoslavia, 1966
Yugoslavia pernah mencapai semifinal Piala Dunia 1962 dan final Piala Eropa 1968 setelah menaklukkan juara dunia Inggris dalam partai semifinal. Tim kuat ini akhirnya tertutup pintu Piala Dunia 1966-nya setelah kalah 0-1 pada laga terakhir kualifikasi melawan Prancis.

Argentina, 1970

Dua minggu sebelum kualifikasi Piala Dunia 1970 mulai, Presiden Argentina Jenderal Juan Carlos Ongania memecat kepala badan sepak bola negara ini Armando Ramon Ruiz. Seluruh staf dan pemain bersolidaritas kepada dia, kendati digantikan Adolfo Pedernera. Argentina gagal lolos karena tidak menikmati permainannya sendiri gara-gara campur tangan pemerintah.

Inggris, 1974

Nasib Inggris bahkan sudah ditulis sejak kalah pada perempatfinal Piala Eropa 1972 melawan Jerman Barat. Kalah dalam berbagai pertandingan penting dan terakhir hanya seri 1-1 melawan Polandia membuat Inggris menjadi penonton Piala Dunia.

Uni Soviet, 1974
Soviet tak mau melanjutkan leg kedua pertandingan playoff melawan Chile setelah pemimpin kiri negara ini, Salvador Allende, dijatuhkan Augusto Pinochet yang disokong AS. FIFA lalu memutuskan Chile yang lolos ke Piala Dunia 1974 di Jerman Barat itu.

Cekoslovakia, 1978

Cekoslovakia menjuarai Piala Eropa 1976 lewat adu penalti melawan Jerman Barat. Tim ini disanjung karena penampilan mempesonanya sewaktu membungkam Belanda pada semifinal. Namun pada pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia 1978, gol Joe Jordan, Asa Hartford dan Kenny Dalglish membuat Skotlandia menang kontroversial melawan Wales yang mengubur impian Cekoslovakia.

Irlandia, 1982
Tim Irlandia edisi ini dianggap sebagai skuad paling kuat sejak era pasukan Jack Charlton. Irlandia berulang kali ketiban sial karena berulang kali golnya dianulir wasit, termasuk dalam pertandingan kualifikasi terakhir melawan Belgia yang dimenangkan Belgia, padahal Irlandia hanya cukup seri.

Belanda, 1982
Belanda selalu maju ke final pada dua Piala Dunia sebelum edisi ini, namun cekcok di dalam tim membuat tim menjadi kurang padu. Meski menang besar 3-0 melawan Belgia, Belanda harus memupus impian ke putaran final karena kalah 0-2 akibat gol Michel Platini dan Didier Six di Prancis.

Prancis, 1994
Diperkuat nama-nama besar seperti Bernard Lama, Laurent Blanc, Marcel Desailly, Didier Deschamps, Emmanuel Petit, Frank Sauzee, Eric Cantona, dan Jean-Pierre Papin, tidak menjadi jaminan Prancis lolos ke putaran final Piala Dunia 1994 di AS.

Mesir, 2010
Antara 2006 dan 2010, Mesir sudah tiga kali menjuarai Piala Afrika yang ditulangpunggungi oleh pemain-pemain didikan lokal seperti Mohamed Aboutreika, Mohamed Hosny, Ahmed Hassan dan Amr Zaki. Mereka bermain atraktif, tapi pada kualifikasi Piala Dunia malah terseok-seok yang mencapai puncaknya saat dikalahkan Aljazair sehingga gagal ke Afrika Selatan untuk Piala Dunia 2010.

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar