Harga Kopi Di Temanggung Naik - (d)

id harga kopi naik

Harga Kopi Di Temanggung Naik - (d)

Seorang warga Desa Gesing, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, menjemur kopi (Foto: ANTARAJATENG.COM/Heru Suyitno)

"Ini baru petik awal sudah mencapai harga Rp5.500 hingga Rp5.700 per kilogram, kemungkinan nanti harga bisa tembus Rp6.000 per kilogram
Temanggung, ANTARA JATENG - Harga kopi gelondong jenis robusta di tingkat petani Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, saat masa panen 2017 naik dibandingkan dengan pada 2016.

Seorang pedagang pengumpul di Dusun Sarangan, Desa Gesing, Kecamatan Kandangan, Mahsun, di Temanggung, Sabtu, menyebutkan harga kopi gelondong tahun ini mencapai Rp5.500 hingga Rp5.700 per kilogram, sedangkan tahun lalu hanya berkisar Rp4.500 per kilogram.

"Ini baru petik awal sudah mencapai harga Rp5.500 hingga Rp5.700 per kilogram, kemungkinan nanti harga bisa tembus Rp6.000 per kilogram," katanya.

Ia mengatakan petani mulai panen kopi pada awal Juni 2017, puncak panen biasanya pada Agustus.

Ia menuturkan tingginya harga kopi tahun ini karena produksinya menurun, akibat terjadi cuaca ekstrem saat pembuahaan sehingga banyak bunga yang tidak jadi buah.

Ia mengatakan penurunan produksi sekitar 50 persen dari tahun lalu.

"Kalau biasanya satu pohon bisa menghasilkan buah kopi sekitar lima kilogram, saat ini hanya menghasilkan dua sampai tiga kilogram," katanya.

Ia mengatakan pada panen raya, sekali menjemur kopi gelondong mencapai tiga hingga empat ton, namun saat ini sekali jemur hanya berkisar satu ton.

Petani kopi warga Depok, Kecamatan Gemawang, Lasni, mengatakan harga biji kopi kering tahun ini mencapai Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram, sedangkan tahun lalu harga paling tinggi hanya Rp24.000 per kilogram.

"Harga kopi tahun ini memang bagus, tetapi produksinya turun drastis," katanya.

Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar