Enam Seniman Pameran Seni Rupa Di Borobudur

Pewarta : id Wisatawan borobudur

Seorang wisatawan manca negara menyaksikan pameran lukisan bertema bertema "The Spirit of Heritage" di Amanjiwo Resorts, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Heru Suyitno)

Magelang, ANTARAJATENG.COM - Enam seniman Jawa menggelar pameran seni rupa bertema "The Spirit of Heritage" di Amanjiwo Resorts, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Pameran yang menggelar 24 karya seni, terdiri atas 19 lukisan dan lima patung tersebut dibuka di Magelang, Sabtu, dan akan berlangsung hingga 21 Januari 2018.

Seorang seniman peserta pameran, Umar Chusaeni menyebutkan selain dirinya, yang ikut dalam pameran tersebut, yakni Medi, Ismanto, Januri, Joko, Gundul, Kristy YN.

"Kali ini kami berenam seniman di Jawa membuat sebuah pameran dengan tema "The Spirit of Heritage". Di sini kami ingin mengupas atau melihat Borobudur dari sisi seniman," katanya.

Ia menuturkan melalui pameran ini apa yang dilihat, apa yang bisa divisualkan menjadi sebuah karya dengan nilai-nilai warisan budaya.

Menurut dia kebetulan di sini ada Candi Borobudur dan candi-candi yang lain sebagai semangat dari para seniman untuk mengabadikan atau membuat warna baru tentang sebuah warisan budaya untuk dipersembahkan sebagai salah satu daya tarik kreatifitas seorang seniman dalam mengupas atau melihat sisi lain sebuah warisan budaya.

"Target yang kami harapkan dari pameran ini adalah satu hal seniman ingin melihat, mengupas tentang peninggalan nenek moyang yang divisualkan di era modern," katanya.

Melalui pameran seni rupa ini juga, katanya pihaknya ingin menunjukkan ke dunia, kebetulan Amanjiwo Resort ini menjadi salah satu resort kelas dunia, banyak orang top dunia bermalam di Amanjiwo.

"Kami ingin tunjukkan seni rupa Indonesia, kreativitas seniman yang ada di Jawa ini berkelas internasional dan hal itu diakui selama ini kami membuat sebuah karya yang intinya bukan hanya sekadar karya souvenir, tetapi dibuat sangat terbatas dan dibuat dengan rasa," katanya.
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar