Dua Residivis Curanmor di Batang Diringkus Polisi

Pewarta : id residivis curanmor, polres batang

Polres Batang ringkus dua residivis curanmor, Rabu (13/9). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Kutnadi)

Batang, ANTARA JATENG - Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, melalui operasi rutin yang digelar selama dua hari terakhir ini meringkus dua residivis pencurian kendaraan bermotor sekaligus mengamankan sebuah pistol rakitan dan sepeda motor.

Kepala Polres Batang, AKBP Juli Agung Pramono di Batang, Rabu, mengatakan bahwa dua residivis tersebut adalah Andi Prasetyo Febriyanto (35), warga Kelurahan Bongsari, Kecamatan Semarang Barat dan Andri Sugiarto (39) warga Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang.

"Dua tersangka diketahui telah melakukan tindak pencurian sepeda motor Honda Beat milik korban, Lukman (25) warga Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang," katanya.

Tersangka Andi Prasetyo Febriyanto (35) adalah seorang residivis kasus pencurian dengan kekerasan dan Andri Sugiarto (39) seorang residivis kasus narkoba.

Ia mengatakan dalam menjalankan aksinya, dua tersangka berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vega menghentikan laju sepeda motor milik korban.

"Setelah korban berhenti, tersangka Andy Prasetyo langsung mengambil kunci kontak sepeda motor milik korban dan mengeluarkan sepucuk senjata api rakitan menyerupai revolver," katanya.

Ia yang didampingi AKP Wayan Sono mengatakan setelah korban tidak berdaya, para tersangka langsung melarikan diri meninggalkan korban.

"Akan tetapi saat melarikan diri, sepeda motor yang dikendarai para tersangka sempat 2 kali terjatuh sehingga sepucuk senjata api rakitan yg dibawa pelaku juga terjatuh di lokasi," katanya.

Menurut dia, setelah mengamankan para tersangka, polisi kemudian minta pada mereka menunjukan lokasi pembelian senjata api yang disalahgunakan untuk kejahatan tersebut.

"Saat ini, kami mengembangkan kasus itu. Adapun dua tersangka akan dijerat pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," katanya.
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar