DPPKAD Batang Optimistis Target PAD Terlampaui

id Lambang Kabupaten Batang

Lambang Kabupaten Batang. (Foto: Batangkab.go.id)

Batang, ANTARA JATENG - Dinas Pendapatan Pengelolaaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Batang, Jawa Tengah menyatakan optimistis target penerimaan pajak asli daerah 2017 sebesar Rp52,3 miliar terlampaui di daerah itu.

Kepala DPPKAD Kabupaten Batang Asri Hermawan di Batang, Minggu mengatakan hingga posisi akhir Agustus 2017 realisasi penerimaan pajak daerah mencapai Rp44,1 miliar atau 89,50 persen dari targetnya Rp52,3 miliar itu.

"Oleh karena, kami optimistis dengan menyisakan waktu empat bulan ke depan, sisa dari target itu akan terlampaui," katanya.

Menurut dia ada 11 jenis pajak yang dipungut antara lain pajak bumi dan bangunan perdesaan perkotaan (PBB-PP), pajak penerangan jalan (PPJ), pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), pajak restoran dan hotel, reklame, pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB), pajak sarang burung walet, pajak hiburan, parkir, serta perolehan pajak air tanah (PAT).

Adapun untuk pajak PBB-PP, kata dia kini terealisasikan Rp16,5 miliar dari targetnya Rp19 miliar, PPJ Rp16,56 miliar dari sasaran Rp20 miliar, (BPHTB) Rp7 miliar dari target Rp8 miliar, pajak restoran Rp1,3 miliar dari sasaran Rp1,57 miliar, hotel Rp311,6 juta dari target Rp380 juta, pajak reklame Rp982,6 juta dari target Rp1,2 miliar, pajak PAT Rp387,9 juta dari sasaran Rp485 juta.

Kemudian, pajak mineral bukan logam dan batuan hingga kini baru mencapai Rp145,94 juta dari target Rp200 juta, serta pajak sarang burung walet baru mencapai Rp39 juta dari yang ditetapkan Rp50 juta.

Ia mengatakan dari 11 jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah setempat itu, baru dua sektor pajak yang sudah terlampaui penerimaannya, yaitu pajak hiburan dan pajak parkir.

"Untuk pajak hiburan yang ditargetkan Rp600 juta hingga posisi akhir Agustus 2017 sudah direalisasikan Rp792,9 juta sedang pajak parkir dari target Rp21,5 juta telah tercapai Rp22,28 juta atau melebihi dari yang ditetapkan.

"Tidak menutup kemungkinan, sampai dengan akhir 2017 kedua jenis pajak tersebut akan terus meningkat," katanya.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar